PRARANCANGAN PABRIK PROTEIN SEL TUNGGAL BERBASIS LIMBAH KULIT KOPI DENGAN KAPASITAS 17.000 TON/TAHUN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PRARANCANGAN PABRIK PROTEIN SEL TUNGGAL BERBASIS LIMBAH KULIT KOPI DENGAN KAPASITAS 17.000 TON/TAHUN


Pengarang

MEYSA NADIA HARAHAP - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Jakfar - 195905091991031002 - Dosen Pembimbing I
Syahiddin DS - 195512051987021001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1604103010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Kimia., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Pada tahun 2020, produksi kopi di Aceh tengah mencapai 66.249 ton, sehingga limbah yang dihasilkan 33.125 ton. Limbah kulit kopi dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif untuk menghasilkan protein sel tunggal. Pemanfaatan kulit kopi sebagai bahan baku pakan ayam perlu pengolahan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitasnya. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan teknologi fermentasi yaitu memanfaatkan mikroorganisme jenis Aspergillus niger. Kapasitas bahan baku sebesar 17.000 ton/tahun dengan waktu operasi 330 hari/tahun dan waktu 24 jam/hari. Pabrik ini direncanakan didirikan di Gampong Hakim Bale, Laut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur organisasi garis dan staf (tenaga kerja sebanyak 41 orang). Kebutuhan air untuk pabrik berasal dari Krueng Pesangan. Untuk memenuhi kebutuhan listrik diperoleh dari generator dengan daya 1.573,5 kW. Hasil analisis ekonomi diperoleh sebagai berikut:
1. Fixed Capital Investment (FCI) = Rp. 195.674.051.330
2. Working Capital Investment (WCI) = Rp. 48.918.512.833
3. Total Capital Investment (TCI) = Rp. 244.592.564.163
4. Total Biaya Produksi (TPC) = Rp. 166.359.044.919
5. Hasil Penjualan = Rp. 364.992.536.321
6. Pay Out Time (POT) = 2,24 tahun
7. Break Event Point (BEP) = 22%
8. Internal Rate of Return (IRR) = 70 %

Indonesia is one of the largest coffee producers in the world. In 2020, coffee production in Central Aceh reached 66,249 tons, resulting in 33,125 tons of waste. Coffee pulp can be used as an alternative feed ingredient to produce single cell protein. Utilization of coffee husks as raw material for chicken feed requires further processing to improve its quality. One method used is fermentation technology that utilizes Aspergillus niger. The raw material capacity is 17,000 tons/year with operating time of 330 days/year and 24 hours/day. This factory is planned to be established in Hakim Bale Village, Laut Tawar, Central Aceh Regency, Aceh Province. The planned form of the company is a Limited Liability Company (PT) using the line and staff organizational structure method (a workforce of 41 people). The water requirement for the factory comes from Krueng Pesangan. To meet the demand for electricity, it is obtained from a generator with a power of 1,573.5 kW. The results of the economic analysis are obtained as follows: 1. Fixed Capital Investment (FCI) = Rp. 195.674.051.330 2. Working Capital Investment (WCI) = Rp. 48.918.512.833 3. Total Capital Investment (TCI) = Rp. 244.592.564.163 4. Total Production Cost (TPC) = Rp. 166.359.044.919 5. Total Income (TI) = Rp. 364.992.536.321 6. Pay Out Time (POT) = 2,24 year 7. Break Event Point (BEP) = 22% 8. Internal Rate of Return (IRR) = 70 %

Citation



    SERVICES DESK