PEMETAAN HARKAT KESUBURAN TANAH SAWAH MENGGUNAKAN METODE INTERPOLASI KRIGINGRNDI KABUPATEN ACEH JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMETAAN HARKAT KESUBURAN TANAH SAWAH MENGGUNAKAN METODE INTERPOLASI KRIGINGRNDI KABUPATEN ACEH JAYA


Pengarang

Taufiq Kurrahman - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Abubakar - 196210101988111001 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Dosen Pembimbing II
Hairul Basri - 196702101991021001 - Penguji
Teuku Alvisyahrin - 196203301988111003 - Penguji
Sugianto - 196502231992031003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1505108010062

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Taufiq Kurrahman. 1505108010062. Pemetaan Harkat Kesuburan Tanah Sawah Menggunakan Metode Interpolasi Kriging di Kabupaten Aceh Jaya. Di bawah bimbingan Abubakar Karim sebagai Pembimbing Utama dan Muhammad Rusdi sebagai Pembimbing Anggota.


RINGKASAN

Aceh merupakan salah satu provinsi yang memproduksi padi sawah di Indonesia. dengan luas lahan sawah provinsi aceh seluas 230.000 ha, Provinsi Aceh terdiri dari 23 kabupaten/kota. Kabupaten Aceh Jaya merupakan salah satu daerah penghasil padi sawah dengan luas tanam mencapai 6.075,52 ha, dan produksi total sebanyak 35.842 ton. Rata – rata produksi padi sawah di Kabupaten Aceh Jaya adalah 3 - 4 ton/ha. Hasil produksi padi sawah tersebut sangat berkaitan dengan tingkat kesuburan tanahnya. Evaluasi kesuburan tanah merupakan pendiagnosaan keharaan dalam tanah dan anjuran pemupukan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan memetakan tingkat kesuburan tanah dan penetapan dosis anjuran pemupukan yang tepat dan berimbang pada tanah sawah di Kabupaten Aceh Jaya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei deskriptif. Analisis kesuburan tanah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analisis tanah atau uji tanah terdiri dari 7 parameter, yaitu : C-organik, P-total, K-total, KTK, dan KB, pH dan Kation-kation Basa. Analisis spasial kesuburan tanah sawah menggunakan metode interpolasi kriging melalui tahapan pengumpulan data spasial, pembentukan satuan lahan homogen dilakukan dengan cara melakukan tumpang tindih (overlay) peta lahan sawah dengan peta jenis tanah, penentuan titik pengamatan dan pengambilan sampel/contoh tanah di lapangan ditetapkan dengan cara proposive random sampling pada setiap SLH. Adapun luas satuan lahan homogen (SLH) terdiri dari 7 SLH, yaitu: SLH 1 (3.951,02 ha), SLH 2 (1085,56 ha), SLH 3 (150,23 ha), SLH 4 (61,27 ha), SLH 5 (259,53 ha), SLH 6 (53,55 ha), dan SLH 7 (356,14 ha). Jumlah titik pengamatan pada setiap SLH adalah SLH 1 (6 titik), SLH 2 (6 titik), SLH 3 (3 titik), SLH 4 (5 titik), SLH 5 (17 titik), dan SLH 8 (6 titik). Jumlah titik pengamatan adalah 51 titik.
Hasil penelitian status kesuburan tanah sawah di Kabupaten Aceh Jaya tergolong rendah. Kesuburan tanah rendah tersebar seluruh sawah Kabuapten Aceh Jaya. Anjuran pemberian pupuk P dengan status rendah diberikan sebanyak 100 kg/ha pupuk SP-36. Pemberian pupuk K (KCL) pada kesuburan dengan status rendah sebanyak 100 kg/ha pada tanah tanpa penambahan jerami, pada tanah dengan penambahan jerami pemberian pupuk KCL sebanyak 50 kg/ha. Anjuran pupuk organik dalam bentuk kompos jerami diberikan sebanyak 5 t/ha, atau pupuk kandang sebanyak 2 t/ha.

Citation



    SERVICES DESK