ANALISIS INDEKS STABILITAS AGREGAT TANAH PADA BEBERAPA KELAS LERENG DAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMTAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS INDEKS STABILITAS AGREGAT TANAH PADA BEBERAPA KELAS LERENG DAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMTAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

IRMA FADILA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Manfarizah - 196809081993032003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1705108010034

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Indeks stabilitas agregat tanah merupakan salah satu sifat fisik tanah yang sangat penting untuk diketahui sebelum melakukan budidaya pertanian pada lahan-lahan yang berlereng. Seiring bertambahnya jumlah penduduk maka ketersediaan lahan semakin berkurang sehingga lahan yang miring dijadikan sebagai lahan pertanian seperti pada Kecamatan Bukit di Kabupaten Bener Meriah yang memiliki topografi lahan berbukit. Lahan-lahan berlereng di Kecamatan Bukit banyak dijadikan sebagai lahan perkebunan kopi dan kebun campuran. Penggunaan lahan dapat mempengaruhi indeks stabilitas agregat tanah melalui sumbangan serasah-serasah bahan organik. Oleh sebab itu maka perlu dilakukan analisis indeks stabilitas agregat tanah pada beberapa kelas lereng dan penggunaan lahan di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah.
Penelitian ini menggunakan metode survai deskriptif dengan menjelaskan keadaan dilapangan yang sebenarnya. Rata-rata indeks stabilitas agregat tanah pada kebun campuran lebih tinggi dibandingkan kebun kopi, meskipun masih dalam kriteria yang sama yaitu agak stabil. Rata-rata indeks stabilitas tertinggi terdapat di lereng 15 - 25% pada penggunaan lahan kebun campuran dengan nilai 53,64 sedangkan rata-rata indeks stabilitas agregat tanah terendah terdapat di lereng 8 - 15% pada penggunaan lahan kebun kopi dengan nilai 50,83. Kemiringan lereng dan penggunaan lahan memiliki peran terhadap indeks stabilitas agregat melalui bahan organik. Keadaan lereng yang curam dapat mempengaruhi kadar bahan organik dimana semakin curam keadaan suatu lahan maka resiko bahan organik tererosi juga semakin besar, namun pada penelitian ini kebun campuran dengam lereng 15 - 25% memiliki indeks stabilitas agregat tanah yang lebih tinggi dibandingkan lereng yang lainnya, hal ini disebabkan oleh banyaknya sumbangan bahan organik dan kerapatan vegetasi yang melindungi tanah dari tumbukan butir hujan serta minimnya pengolahan tanah pada lereng tersebut sehingga tidak merusak agregat tanah. Sumbangan bahan organik didapatkan dari vegetasi yang tumbuh pada suatu lahan, keberagaman vegetasi yang tumbuh dapat menyumbangkan bahan organik yang berbeda sehingga dapat berpengaruh terhadap indeks stabilitas agregat tanah, hal ini disebabkan karena bahan organik berperan sebagai pengikat partikel-partikel tanah sehingga membentuk agregat tanah.

The aggregate stability of the soil is one of the physical properties of soil are very important to be known before cultivation on land sloping. As the increase of population, the availability of land is getting reduced so that the sloping land used as agricultural land as in the Bukit District in Bener Meriah Regency that has the topography of the land is hilly. Land- sloping land in the Hill Districts of many used as a land of coffee plantations and mixed gardens. Land use can affect the stability of soil aggregates through the donation of litter - litter organic matter. Therefore, it is necessary to do analysis of the stability of soil aggregates on some classes of slope and land use in the District of Bukit Regency Bener Meriah. this Research uses survey method with descriptive explained toaaddress in the field that actually. The average index of aggregate stability of the soil in the garden of the mixture is higher than the coffee plantation, though still in the same criteria that is somewhat stable. The average stability index was highest on the slopes of 15 - 25% in the use of the land garden mixed with a value of 53,64 while the average index of the stability of soil aggregates the best there is on the slopes of 8 - 15% on the use of the land garden coffee with a value of 50,83. Slope and land use have a role on the stability of the aggregate through the organic material. The state of the steep slopes can affect the levels of ingredients - organic where the more steep the state of a land then the risk of organic matter eroded also greater, but in this study is mixed gardens with slopes of 15 - 25% has an index of aggregate stability of the soil that is higher than the slope of the other, it is caused by a large contribution of organic matter and the density of the vegetation that protects the soil from the collision of grains of rain and the lack of processing of the soil on a slope so that it does not damage the soil aggregate. Contribution of organic matter obtained from the vegetation growing on the land, the diversity of vegetation that grows can donate organic material which may be of influence on the stability of soil aggregates, this is because the organic material berperan as a binder particle-particle ground so as to form soil aggregates.

Citation



    SERVICES DESK