PENGARUH DRAINASE TERHADAP PERUBAHAN SIFAT MORFOLOGI DAN FISIKA TANAH DI RAWA GAMBUT TRIPA ACEH BARAT DAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH DRAINASE TERHADAP PERUBAHAN SIFAT MORFOLOGI DAN FISIKA TANAH DI RAWA GAMBUT TRIPA ACEH BARAT DAYA


Pengarang

T. M. Hadhar Wijaya - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hairul Basri - 196702101991021001 - Dosen Pembimbing I
Teti Arabia - 196109141986022001 - Dosen Pembimbing II
Manfarizah - 196809081993032003 - Penguji
Darusman - 196210091987021001 - Penguji
Syakur - 196803041993031003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1605108010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

T.M Hadhar Wijaya. 1605108010029. Pengaruh Drainase terhadap Perubahan Sifat Morfologi dan Fisika Tanah di Rawa Gambut Tripa Aceh Barat Daya, dibimbing oleh Hairul Basri sebagai ketua dan Teti Arabia sebagai anggota.

RINGKASAN

Areal Rawa Gambut Tripa (Tripa Peat-Swamp Forest = TPSF) merupakan suatu wilayah ekologi (ecoregion) dataran rendah yang terdapat di wilayah Pantai Barat Selatan Provinsi Aceh, Indonesia. Secara administrasi, areal TPSF ini merupakan bagian dari Kecamatan Tripa Timur (Kecamatan Darul Makmur) Kabupaten Nagan Raya dan Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya yang luasnya sekitar 60.657,29 ha. Secara geografis areal TPSF ini terletak pada posisi 03º44' - 03º56' Lintang Utara dan 96º23' - 96º46' Bujur Timur. Luas areal yang termasuk dalam Kecamatan Tripa Timur (Darul Makmur) adalah 35.600,20 hektar, sedangkan yang masuk ke dalam Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee seluas 25.057,09 hektar. Tinggi wilayah TPSF berada dari 3 hingga 12 meter di atas perrmukaan laut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan analisis deskriptif yaitu metode yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang saat ini berlaku, mencatat, melakukan analisis terhadap berbagai data dan informasi yang sudah didapatkan
dari survai lapangan (ground survey). Parameter yang diamati ialah kematangan gambut, kedalaman gambut, warna gambut, subsidence, irreversible drying, bearing capacity, kadar air, bulk density, dan porositas, Pengambilan sampel akan dilakukan pada beberapa tempat yang berbeda, yaitu pada daerah drainase kecil, drainase seadang dan drainase besar.
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pada drainase kecil, sedang dan besar yaitu: (1) tingkat kematangan gambutnya hemik, (2) kedalaman gambut yaitu dalam, (3) warna tanah gambut pada penelitian ini yaitu hitam sampai coklat kehitaman, (4) subsidence dipengaruhi oleh drainase pada setiap lahan kelapa sawit, (5) irreversible drying pada tanah gambut masih belum mengalami kering tak balik, dan (6) bearing capacity tanaman mengalami kondisi yang tidak tegak (condong) pada setiap pengamatan di lapangan. Hasil analisis di laboratorium menunjukkan bahwa pada drainse kecil, sedang dan besar nilai rata-rata nya yaitu: (1) kadar air yang beragam yaitu antara 227,0 – 480,7% (2) berat volume tanah gambut berkisar antara 0,22 - 0,68 g cm-3 dan (3) porositas tanah gambut berkisar antara 73,84 - 91,54%.

Citation



    SERVICES DESK