//

APLIKASI ANAEROBIC TREATMENT PADA LIMBAH CAIR TAHU DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR MESOPHILIK

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Satria Purwanto - Personal Name
SubjectORGANIC FERTILIZER
AGRICULTURAL WASTE
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Pertanian
Tahun Terbit 2014

Abstrak/Catatan

Satria Purwanto. 1005106010068. Aplikasi Anaerobic Treatment pada Limbah Cair Tahu dengan Menggunakan Reaktor Mesophilik. Dibawah bimbingan Darwin, S.TP, M.Sc sebagai Pembimbing Utama dan Dewi Sri Jayanti, S.TP, M.Sc sebagai Pembimbing Anggota. RINGKASAN Limbah merupakan salah satu permasalahan lingkungan saat ini. Limbah cair tahu merupakan limbah yang memiliki kandungan bahan organik yang tinggi sehingga dapat dilakukan pengolahan secara biologis anaerobik (anaerobic treatment) yang didasarkan pada aktivitas mikrorganisme anaerobik. Selain dapat menghasilkan biogas, produk akhir dari pengolahan anaerobik dapat bermanfaat sebagai pupuk organik yang kaya nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas limbah cair tahu (kandungan bahan organik) setelah pengolahan dan untuk mengetahui potensi biogas yang dihasilkan limbah cair tahu. Penelitian pengolahan anaerobik ini dilakukan menggunakan reaktor mesophilik (kondisi suhu 35°C) kapasitas 3.000 ml dengan sistem semi kontinu dan sistem batch. Limbah cair tahu yang diolah memiliki pH 4,14 dan mengandung COD (Chemical Oxygen Demand) sebesar 7.782,09 mg/l. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah thermostatic waterbath, laboratory benchtop meter, tanur, dan alat pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa COD removal untuk sistem semi kontinu adalah 1,67%, sedangkan COD removal sistem batch dengan 3 kali ulangan berturut-turut yaitu 2,37%; 15,66%; dan 6,67%. Hal ini berarti kandungan bahan organik limbah cair tahu yang terdegradasi sangat sedikit. Derajat keasaman (pH) limbah cair tahu setelah pengolahan mengalami perbaikan dalam range pH 5. COD dan pH limbah cair tahu setelah pengolahan belum sesuai dengan baku mutu air limbah yang ditetapkan. Selain itu, pengolahan anaerobik sistem semi kontinu dan batch dapat menurunkan kandungan total padatan (TS), volatile solids (VS), total kjeldahl nitrogen (TKN), dan meningkatkan nilai electrical conductivity, total padatan terlarut (TDS), dan kandungan fosfor (P) limbah cair tahu. Kandungan kalium (K) mengalami penurunan pada sistem semi kontinu, sedangkan pada sistem batch mengalami peningkatan. Produksi biogas yang dihasilkan dari sistem semi kontinu dengan 10.800 ml limbah cair tahu selama 26 hari adalah 2.370 ml. Produksi biogas dari sistem batch dengan 3.000 mL limbah cair tahu pada ulangan I selama 14 hari adalah 755 ml, pada ulangan II selama 15 hari adalah 980 ml, sedangkan pada ulangan III selama 13 hari adalah 1.000 ml.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

APLIKASI ANAEROBIC TREATMENT PADA LIMBAH CAIR IKAN DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR MESOPHILIC (Fatwa Dhiauddin, 2014)

PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN TETRASELMIS SP. (Agus SriMuliadi, 2017)

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) AKIBAT DOSIS PUPUK KALIUM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TAHU (NURUL FITRI RAMADANI, 2019)

PEMANFAATAN LIMBAH TAHU UNTUK MEMPERBAIKIRNSIFAT KIMIA DAN BIOLOGI TANAH PADA TANAMAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS VAR. SACCHARATA STURT L.) (Hidayani, 2014)

PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK PADA BEBERAPA VARIETAS MENTIMUN ( CUCUMIS SATIVUS L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EFFECT OF ORGANIC FERTILIZER ON SOME VARIETY CUCUMBER (CUCUMIS SATIVUS L.) ON THE GROWTH AND YIELD (ikhrawan, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy