WORD FORMATION OF HUMOR LANGUAGE IN A TWITTER ACCOUNT “9GAG” | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

WORD FORMATION OF HUMOR LANGUAGE IN A TWITTER ACCOUNT “9GAG”


Pengarang

Rizka Sylvia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yunisrina Qismullah Yusuf - 198006172002122003 - Dosen Pembimbing I
Dohra Fitrisia - 197908022008122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1906202020006

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S2) / PDDIKTI : 88103

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengklasifikasikan jenis-jenis pembentukan kata yang terdapat pada postingan 9GAG di Twitter dalam menyampaikan humor serta mengetahui makna yang ditampilkan dalam pembentukan kata yang ditemukan. Peneliti menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dalam penelitian ini. Data diperoleh dari postingan 9GAG di Twitter yang mengandung proses pembentukan kata melalui observasi dan analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa hampir semua postingan akun 9GAG di Twitter berisi kata-kata baru yang diklasifikasikan ke dalam 12 jenis pembentukan kata berdasarkan teori Yule (2010) dan O'Grady dan Archibald (2016). Dari data yang diperoleh, blending dengan 15 temuan (20,8%) adalah jenis pembentukan kata yang paling umum digunakan dalam postingan 9GAG di Twitter dalam menyampaikan humor; sedangkan infleksi, derivasi, dan kliping jarang digunakan pada postingan 9GAG di Twitter dengan persentase 2,8% (dua temuan dari masing-masing jenis). Selain itu, makna yang diperoleh peneliti dalam analisis data juga berbeda. Beberapa kata sesuai dengan makna semantik yang ada dalam kamus, sementara kata-kata lain memiliki makna berbeda yang hanya dapat dipahami ketika digunakan dalam konteks tertentu. Singkatnya, temuan ini dapat digunakan sebagai sebuah pembaruan bahasa dengan cara menuliskan kata-kata baru yang ditemukan tersebut ke dalam kamus. Hal ini mungkin akan meningkatkan pemahaman orang-orang tentang linguistik secara cepat, khususnya kepada guru dan siswa EFL yang mengajar dan belajar bahasa Inggris melalui akun 9GAG di Twitter. Kemudian, temuan ini juga dapat membantu mereka dalam memahami hubungan antara bahasa Inggris dengan bahasa lain serta memahami aspek morfologi dan pragmatis dari kata-kata tersebut. Ini akan mengurangi kesalahan dalam penafsiran dan ambiguitas yang terjadi selama ini. Dengan demikian, baik guru maupun siswa EFL dapat memahami bahasa target dan berkomunikasi secara efektif.

This study aimed at analyzing and classifying the types of word formation found in 9GAG posts on Twitter in conveying humor and finding out the meaning shown in the word formation discovered. The researcher applied a qualitative descriptive approach in this study. The data obtained from 9GAG posts on Twitter comprised word formation through observation and document analysis. The findings revealed that nearly all 9GAG account posts on Twitter contained new words classified into 12 types of word formation based on Yule's (2010) and O’Grady and Archibald's (2016) theories. From the data obtained, blending with 15 findings (20.8%) was the most common type of word formation used in 9GAG posts on Twitter to convey humor; whereas inflection, derivation, and clipping were infrequently used in the 9GAG posts on Twitter with a percentage of 2.8% (two findings of each type). Besides, the meanings derived by the researcher in the data analysis also differ. Several words corresponded with the dictionaries' semantic meanings, while other words have different meanings that could only be grasped when they are used in specific contexts. In brief, these findings could be used as a language renewal by listing the new words discovered in the dictionary. It might quickly improve peoples’ understanding of linguistics, particularly EFL teachers and students who teach and learn English through the 9GAG account on Twitter. Moreover, these findings can also assist them in grasping the relationship between English and other languages and understanding the morphology and pragmatic aspects of the words. It would minimize many misinterpretations and ambiguities that have occurred during this time. Thus, both teachers and EFL students can understand the target language and communicate effectively.

Citation



    SERVICES DESK