KORELASI KADAR FERITIN SERUM TERHADAP HASIL UJI TUBERKULIN PADA ANAK DENGAN TALASEMIA-β MAYOR DI RSUDZA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KORELASI KADAR FERITIN SERUM TERHADAP HASIL UJI TUBERKULIN PADA ANAK DENGAN TALASEMIA-β MAYOR DI RSUDZA BANDA ACEH


Pengarang

dr. Yeni Maryati - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Bakhtiar - 196612311999031004 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1707601050002

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Kesehatan Anak / PDDIKTI : 11711

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Pendidikan Dokter Spesialis., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.152

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang: Talasemia-β mayor adalah penyakit herediter yang menjadi permasalahan kesehatan secara global dengan tingkat mortalitas dan morbiditas tinggi pada populasi anak. Penderita talasemia dengan transfusi rutin akan cenderung mengalami peningkatan kadar feritin serum, sehingga berpotensi untuk mengalami infeksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kadar feritin serum terhadap hasil uji tuberkulin pada pasien anak dengan talasemia-β mayor. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain potong lintang yang dilakukan di Rumah Sakit Umum daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Untuk mengetahui risiko infeksi tuberkulosis dilakukan uji tuberkulin secara intrakutan pada bagian volar lengan bawah sebanyak 0,1 mL. Pemeriksaan kadar feritin serum dilakukan dengan teknik enzyme-linked immunosorbant assay. Analisis Spearman’s Rank test digunakan sebagai uji korelasi dalam penelitian ini. Hasil: Sebanyak 32 subjek pasien talasemia-β mayor terlibat dengan rerata usia 12,19 tahun dengan dominasi jenis kelamin perempuan 56,3%. Rerata kadar feritin serum pasien talasemia-β mayor adalah yaitu 3.255 (568 – 12.057) ng/L dan diameter uji tuberkulin 2 mm. Kesimpulan: tidak terdapat korelasi kadar feritin serum pada anak dengan talasemia-β mayor terhadap risiko infeksi tuberkulosis berdasarkan hasil uji tuberkulin. (r = - 0,22;p = 0,222)

Kata kunci: talasemia-β mayor, feritin serum, tuberkulin, tuberkulosis

Background: Thalassemia-β major is a hereditary disease that was a global health problem with high rates of mortality and morbidity in the pediatric population. Thalassemia patients with regular transfusions will tend to experience increased levels of serum ferritin, making it potential to develop infection. Objectives: this study conducting to evaluate the correlation serum ferritin levels to tuberculin testing results in children with thalassemia-β major. Method:This study included an observational study with cross sectional design conducted at the regional General Hospital of Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Evaluation of the risk tuberculosis infection is carried out by tuberculin skin testing 0.1 mL. Serum ferritin levels are performed with enzyme-linked immunosrbant assay technique. The Spearman rank test was conducted with a 95% confidence level. Result: A total of 32 subjects were involved in the study with mean age of 12.19 years and female predominance of 56.3%. The average serum ferritin level of subjects with thalassemia-β major tuberculin positive was 3.255 (568 – 12.057) ng/L and the tuberculin test diameter was 2 mm. Conclusion: There was no correlation between serum ferritin levels in children with thalassemia-β major to the risk of tuberculosis infection based on the results of tuberculin skin testing (r = - 0.22;p = 0.222). Keywords : thalassemia-β major, serum ferritin, tuberculin, tuberculosis

Citation



    SERVICES DESK