ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN GENDER KOMUNITAS OJEK AKHWAT SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN GENDER KOMUNITAS OJEK AKHWAT SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH


Pengarang

FIRMAN MUHAJIR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zakaria - 195912311986031029 - Dosen Pembimbing I
Yuva Ayuning Anjar - 199301082019032020 - Dosen Pembimbing II
Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Penguji
Masrizal - 198404152010121005 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1710101010054

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)


ABSTRAK



Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi dari KOALA (Komunitas Ojek Akhwat Syiah Kuala) memenuhi kebutuhan gender, berupa kebutuhan praktis gender dan strategis gender. Untuk menganalisa fenomena tersebut, dalam penelitian ini penulis menggunakan Teori Kebutuhan Gender Maxine Molyneux. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis naratif. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa KOALA memberikan kontribusi terhadap kebutuhan gender anggotanya. Pertama pada kebutuhan praktis gender, melalui KOALA para perempuan yang bergabung dapat memenuhi kebutuhannya baik kebutuhan primer, sekunder, dan tersier namun hal tersebut tergantung dengan keaktifan mereka sebagai pengemudi ojek online di komunitas tersebut. Kedua kebutuhan strategis gender, pada kebutuhan strategis gender KOALA memiliki kontribusi terhadap hak legal berupa pendidikan dan pekerjaan hak pekerjaan mereka dapatkan dengan memberikan pengertian kepada keluarga bahwa pekerjaan ini aman untuk mereka karena pekerjaan ini hanya ditumpangi oleh perempuan dan sesuai dengan Syariat Islam. Kemudian kesetaraan properti, KOALA memiliki kontribusi atas kesetaraan properti dikarenakan adanya penghasilannya sehingga mereka dapat membeli properti tanpa harus meminta persetujuan orang tua atau suaminya. Ketiga penghapusan tindakan kekerasan, KOALA tidak memberikan kontribusi terhadap penghapusan tindakan kekerasan. Keempat pelecehan, dengan adanya KOALA dapat meminimalisisr tindakan pelecehan dan mendukung penerapan Peraturan Daerah Istimewa Aceh Nomor 5 Tahun 2000 Tentang Pelaksanaan Syariat Islam. Kelima akses sumber daya, dengan adanya KOALA, dapat memberikan peluang bagi perempuan untuk mendapatkan pekerjaan dan upah yang setara dengan laki-laki, karena pada umumnya driver ojek online didominasi oleh laki- laki. Keenam eksploitasi pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, setelah perempuan bergabung di KOALA dan telah memiliki penghasilan, mereka mengalami ekploitasi baik dari orang tua maupun pasangannya.




Kata Kunci: KOALA, Kebutuhan Praktis, Kebutuhan Strategis


ABSTRACT This study aims to see the contribution of KOALA (Komunitas Ojek Akhwat Syiah Kuala) to meet gender needs, in the form of gender practical and gender strategic needs. To analyze this phenomenon, in this study the author uses Maxine Molyneux's Theory of Gender Needs. This study uses qualitative research methods with narrative analysis. The results of this study indicate that KOALA contributes to the gender needs of its members. First, on the practical needs of gender, through KOALA the women who join can fulfill their primary, secondary, and tertiary needs, but this depends on their activity as online motorcycle taxi drivers in the community. Both gender strategic needs, KOALA's gender strategic needs have contributed to legal rights in the form of education and work, they get work rights by giving an understanding to families that this work is safe for them because this work is only carried by women and is in accordance with Islamic Shari'a. Then property equality, KOALA has a contribution to property equality because of their income so that they can buy property without having to ask their parents or husband's approval. Third, eliminating acts of violence, KOALA does not contribute to acts of violence, even with the inclusion of women in KOALA makes women vulnerable to verbal violence and economic violence. Fourth, harassment, with the existence of KOALA can minimize acts of harassment and support the implementation of the Aceh Special Region Regulation Number 5 of 2000 concerning the Implementation of Islamic Shari'a. The fifth access to resources, with the existence of KOALA, can provide opportunities for women to get jobs and wages that are equal to men, because in general, online motorcycle taxi drivers are dominated by men. Sixth, exploitation of the division of labor based on sex, after women join KOALA and already have an income, they experience exploitation from both their parents and their partners. Keywords: KOALA, Practical Gender Interests, Strategic Gender Interests. xii

Citation



    SERVICES DESK