PENGARUH INFLASI TERHADAP NILAI TUKAR PETANI DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH INFLASI TERHADAP NILAI TUKAR PETANI DI INDONESIA


Pengarang

YARHAM MULYAWAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Fakhruddin - 197902082005011002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1401101010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi dan Bisnis., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

332.41

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh inflasi dan produk domestik
regional bruto terhadap nilai tukar petani di Indonesia. Data dalam penelitian ini
menggunakan analisis Kuantitatif dan Metode Regresi Data Panel. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data kuartalan inflasi, produk domestik
regional bruto dan nilai tukar petani 32 provinsi di Indonesia. Hasil pengujian dari
regresi fixed effect model menyimpulkan bahwa nilai probabilitas inflasi 0.96 >
0.05 dengan koefisien -0.01, sehingga variabel inflasi tidak signifikan dan
berpengaruh negatif terhadap nilai tukar petani di Indonesia yang dimana artinya
inflasi tidak berpengaruh terhadap nilai tukar petani. Hasil untuk produk domestik
regional bruto dengan nilai probablitias 0.02 < 0.05 dengan nilai koefisien -2.89,
sehingga variabel produk domestik regional bruto signifikan dan berpengaruh
negatif terhadap nilai tukar petani di Indonesia yang dimana setiap kenaikan 1 %
produk domestik regional bruto akan mengurangi nilai tukar petani sebesar 2.89
%. Nilai Cross-Section dari fixed effect model menunjukkan bahwa terdapat
sebanyak 14 provinsi di Indonesia yang bernilai positif dan 18 provinsi lainnya
bernilai negatif terhadap nilai tukar petani. Hasil pengujian variabel Inflasi dan
produk domestik regional bruto secara bersama-sama mempengaruhi nilai tukar
petani di Indonesia dengan nilai Prob. F-statistic 0.00 < 0.05 dan nilai R square
sebesar 0.42, nilai ini menunjukkan bahwa variabel inflasi dan produk domestik
regional bruto berpengaruh terhadap nilai tukar petani di Indonesia sebesar 42 %
sedangkan 58 % dijelaskan diluar penelitian.

Kata kunci: Inflasi, Produk Domestik Regional Bruto, Nilai Tukar Petani

This study aims to examine the effect of inflation and regional gross domestic product on the exchange rate of farmers in Indonesia. The data in this study used quantitative analysis and panel data regression methods. The data used in this study are quarterly inflation data, regional gross domestic product and farmer exchange rates for 32 provinces in Indonesia. The test results from the fixed effect regression model conclude that the probability value of inflation is 0.96 > 0.05 with a coefficient of -0.01, so that the inflation variable is not significant and has a negative effect on the exchange rate of farmers in Indonesia, which means that inflation has no effect on the exchange rate of farmers. The results for gross regional domestic product with a probability value of 0.02 < 0.05 with a coefficient value of -2.89, so that the gross regional domestic product variable is significant and has a negative effect on the exchange rate of farmers in Indonesia where every 1% increase in gross regional domestic product will reduce the farmers' exchange rate by 2.89%. The cross-section of fixed effect model shows that there are 14 provinces in Indonesia that have a positive value and 18 other provinces have a negative value to the farmer's exchange rate. The results of testing the variable Inflation and gross regional domestic product together affect the exchange rate of farmers in Indonesia with the value of Prob. F-statistic 0.00 < 0.05 and R square of 0.42, this value indicates that the inflation variable and gross regional domestic product affect the exchange rate of farmers in Indonesia by 42% while 58% is explained outside the study. Keywords: Inflation, Gross Regional Domestic Product, Farmers' Exchange Rate

Citation



    SERVICES DESK