RESPON VIABILITAS DAN VIGOR BENIH SERTA PERTUMBUHAN VEGETATIF GENERASI M3 VARIETAS ODENG TERHADAP BEBERAPA TINGKAT CEKAMAN SALINITAS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RESPON VIABILITAS DAN VIGOR BENIH SERTA PERTUMBUHAN VEGETATIF GENERASI M3 VARIETAS ODENG TERHADAP BEBERAPA TINGKAT CEKAMAN SALINITAS


Pengarang

REJA AMEILIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Bakhtiar - 196811011996031003 - Dosen Pembimbing I
Trisda Kurniawan - 197707282008011006 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1705101050006

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak. Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi di Indonesia. cabai juga dapat menjadi sumber bahan baku industri, dan memiliki peluang ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performansi beberapa galur mutan cabai generasi M3 ada berbagai tingkat cekaman salinitas pada viabilitas dan vigor benih serta vegetatif tanaman, dan interaksi antara kedua faktor. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Percobaan ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor dan 3 ulangan. Terdapat 2 faktor yang diteliti, faktor pertama adalah galur mutan cabai lokal generasi M3 yang terdiri dari 5 taraf yaitu sebagai kontrol digunakan varietas Odeng dan galur M3 O10 D1-5, M3 O7 D2-39, M3 O9 D3-9, M3 O9 D3-34. Faktor kedua adalah konsentrasi NaCl pada media tanam yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ppm, 5000 ppm, 7.500 ppm, 10.000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur mutan cabai berpengaruh sangat nyata terhadap viabilitas dan vigor benih terhadap tolok ukur daya berkecambah, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif dan indeks vigor, serta berperngaruh nyata pada potensi tumbuh. Pada pertumbuhan vegetatif berpengaruh sangat nyata pada tolok ukur tinggi tanaman 7, 14, 21 dan 28 HST, jumlah daun 7,14,21 dan 28 HST, panjang akar, berat berangkasan segar, berat tajuk segar, berat berangkasan kering dan berat tajuk kering, serta berpengaruh nyata terhadap berat akar segar. Galur mutan cabai terbaik dijumpai pada galur mutan G3. Konsentrasi NaCl berpengaruh sangat nyata pada semua tolok ukur viabilitas dan vigor benih serta pada tolok ukur pertumbuhan vegetatif tanaman. Belum terdapat galur mutan cabai yang toleran terhadap cekaman salinitas, dimana konsentrasi NaCl 7,81 ds/m merupakan titik kritikal cekaman salinitas bagi galur mutan G1, G2, G3 dan G4. Terdapat interaksi antara galur dan konsentrasi NaCl yang berpengaruh sangat nyata pada parameter viabilitas dan vigor benih terhadap tolok ukur daya berkecambah, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif dan indeks vigor. Serta pada perameter pertumbuhan vegetatif berpengaruh nyata pada tolok ukur jumlah daun 21 HST dan berat tajuk segar. Kombinasi terbaik terdapat pada galur O9 D3-9 (G3) dengan perlakuan tanpa NaCl pada tolok ukur daya berkecambah, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, indeks vigor, jumlah daun 21 HST dan bobot tajuk segar.

Kata kunci: Cekaman salinitas, Keragaman, Mutasi, Viabilitas Benih

Abstract. Red chili (Capsicum annuum L.) is one of the horticultural commodities that have high economic value in Indonesia. Chili can also be a source of industrial raw materials, and has export opportunities. The purpose of this study was to determine the performance of some mutant strains of chili generation M3. There are different levels of salinity stress on viability and vigor as well as vegetative plants, and the interaction between the two factors. This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology and Screening House, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh from June to August 2021. This experiment was arranged using a completely randomized design with a factorial pattern consisting of 2 factors and 3 replications. There were 2 factors studied, the first factor was the M3 generation local chili mutant line which consisted of 5 levels, namely as a control using the Odeng variety and the M3 O10 D1-5, M3 O7 D2-39, M3 O9 D3-9, M3 O9 D3- 34. The second factor is the concentration of NaCl in the growing media which consists of 4 levels, namely 0 ppm, 5000 ppm, 7,500 ppm, 10,000 ppm. The results showed that chili mutant lines had a very significant effect on seed viability and vigor on benchmarks for germination, growth synchronously, relative growth speed and vigor index, and had a significant effect on growth potential. The vegetative growth had a very significant effect on measuring plant height 7, 14, 21 and 28 DAP, number of leaves 7,14,21 and 28 DAP, root length, fresh root weight, fresh crown weight, dry root weight and dry crown weight, and significantly affected the weight of fresh roots. The best chili mutant line was found in the G3 mutant line. NaCl concentration had a very significant effect on all measures of viability and vigor of seeds as well as on measures of plant vegetative growth. There are no chili mutant lines that are tolerant to salinity stress, where the NaCl concentration of 7.81 ds/m is a critical point of salinity stress for the G1, G2, G3 and G4 mutant lines. There was an interaction between the strain and NaCl concentration which had a very significant effect on the viability and vigor parameters of seeds on the benchmark for germination, growth synchronously, relative growth speed and vigor index. And the vegetative growth parameters had a significant effect on the number of leaves at 21 DAP and fresh crown weight. The best combination was found in the O9 D3-9 (G3) line with treatment without NaCl on the benchmarks of germination, growth synchronously, relative growth speed, vigor index, number of leaves 21 DAP and fresh crown weight. Keywords: Salinity Stress, Diversity, Mutation, Seed Viability

Citation



    SERVICES DESK