PERAN ORANG TUA TUNGGAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN ORANG TUA TUNGGAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA


Pengarang

SITI MUTIA MUHARRAMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zakaria - 195912311986031029 - Dosen Pembimbing I
Yuva Ayuning Anjar - 199301082019032020 - Dosen Pembimbing II
Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Penguji
Masrizal - 198404152010121005 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1710101010055

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran orang tua tunggal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di desa Cot Tarom Tunong, Jeumpa, kabupaten Bireuen dalam aspek ekonomi. Untuk menganalisa fenomena tersebut, dalam penelitian ini penulis menggunakan Teori Feminin Mistik oleh Betty Friedan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis naratif. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang ditemukan dalam penelitian ini orang tua tunggal di desa Cot Tarom Tunong mengalami beberapa kondisi yang disebutkan oleh Friedan di antaranya adalah the American women, the happy women dan new women. Kemudian mereka juga mengalami tahapan-tahapan pada tipe wanita yaitu passive identity, the forfeited self dan intelligence. Dalam hal ini terdapat perbedaan upaya yang dilakukan oleh ibu tunggal sesuai dengan tipe dan kondisi wanita yang ada di Desa Cot Tarom Tunong dalam meningkatkan kesejahteraan. Bagi mereka yang awalnya memiliki tipe wanita the forfeited self mereka akan mencari pekerjaan yang tidak membutuhkan keterampilan dan pendidikan namun penghasilan yang didapatkan hanya untuk keperluan konsumtif saja, dan pada perempuan tipe the forfeited self dalam penelitian ini adalah perempuan yang masih bergantung pada bantuan pemerintah, mereka belum dapat dikatakan mampu berdiri sendiri dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Bagi mereka Wanita tipe intelligence dan bukan sebagai wanita yang tidak terlatih maka mereka akan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, karena pada dasarnya mereka merupakan wanita karir yang berpendidikan. Sedangkan bagi wanita intelligence yang tidak terlatih/berpendidikan maka tetap mereka akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kata Kunci: Orang Tua Tunggal, Kesejahteraan, Feminin Mistik

This study aims to examine the role of single parents in improving family welfare in the village of Cot Tarom Tunong, Jeumpa, Bireuen district in the economic aspect. To analyze this phenomenon, in this study the author uses the Mystical Feminine Theory by Betty Friedan. This study uses qualitative research methods with narrative analysis. Based on the discussion found in this study, single parents in Cot Tarom Tunong village experienced several conditions mentioned by Friedan, including the American women, the happy women and the new women. Then they also experience stages in the type of woman, namely passive identity, the forfeited self and intelligence. In this case, there are differences in the efforts made by single mothers according to the type and condition of women in Cot Tarom Tunong Village in improving welfare. For those who initially have the forfeited self type will look for work that does not require skills and education, the income obtained is only for consumptive purposes, and the forfeited self type women in this study are women who are still on government assistance, they cannot be said to be able to afford it. stand alone in the welfare of his family. For them, women are the type of intelligence and not as women who don't do it, they will fulfill their needs, because basically they are educated career women. As for intelligent women who are not/educated, they will find it difficult to fulfill their daily needs. Keywords: Single Parents, Welfare, Feminine Mystique

Citation



    SERVICES DESK