PRAKTIK BERTANI GARAM TRADISIONAL DI GAMPONG CEBREK, KECAMATAN SIMPANG TIGA, KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PRAKTIK BERTANI GARAM TRADISIONAL DI GAMPONG CEBREK, KECAMATAN SIMPANG TIGA, KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Fahril Syuhada - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Khairulyadi - 197705302010121001 - Dosen Pembimbing I
Firdaus Mirza Nusuary - 198610162019031009 - Dosen Pembimbing II
Bukhari - 197505242009121001 - Penguji
Zulfan - 196107081989101001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1710101010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

361.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk melihat praktik bertani garam tradisional di lancang Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. Pembahasan penelitian ini berfokus pada tindakan-tindakan sosial petani garam dalam mempertahankan eksistensi garam tradisional di Gampong Cebrek ditengah banyaknya garam impor yang beredar. Untuk menganalisa masalah tersebut, peneliti menggunakan Teori tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil yang ditemukan di lapangan, dalam penelitian ini adanya beberapa bentuk tindakan sosial yang dilakukan petani garam. Pertama, tindakan tradisional berupa meneruskan warisan keluarga, melakukan transaksi barter, menjual dengan berkeliling kampung dan di pasar-pasar tradisional, serta membangun nilai kebersamaan antar petani garam dan lingkungan masyarakat. Kedua, tindakan instrumental berupa menjaga kualitas garam dan memanfaatkan lokasi tambak garam, memperluas jaringan pemasaran, memaksimalkan pengelolaan keuangan untuk mencapai tujuan tertentu. Ketiga, tindakan berorientasi pada nilai berupa pertimbangan pekerjaan yang halal, menghargai warisan, dan rasa tanggung jawab kepada keluarga. Keempat ialah tindakan afektif berupa respon perasaan seperti rasa kecewa, marah dan sedih petani garam yang diakibatkan oleh banyaknya garam impor yang masuk sehingga mempengaruhi garam tradisional yang diproduksi petani garam. Tindakan-tindakan sosial yang dilakukan oleh petani garam merupakan faktor yang menyebabkan garam tradisional di Gampong Cebrek masih bertahan hingga sampai sekarang.

Kata Kunci: Praktik Bertani Garam, Tindakan Sosial, Eksistensi

This study aims to examine traditional salt farming practices in lancang Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. The discussion of this research focuses on the social actions of salt farmers in maintaining the existence of traditional salt in Gampong Cebrek amid the large number of imported salt circulating. To analyze this problem, the researcher uses Max Weber’s Social Action Theory. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection techniques used are in-depth interviews, observation and documentation. Based on the results found in the field, in this study there are several forms of the social action carried out by salt farmers. First, traditional actions in the form of continuing the family inheritance, conducting barter transactions, selling by going around the village and in traditional markets, as well as building the value of togetherness between salt farmers and the community. Second, instrumental actions in the form of maintaining the quality of salt and utilizing the location of salt ponds, expanding the marketing network, maximizing financial management to achieve certain goals. Third, value-oriented actions in the form of consideration of lawful work, respect for inheritance, and a sense of responsibility to the family. Fourth is affective action in the form of feeling responses such as feelings of disappointment, anger, and sadness by salt farmers caused for the large amount of imported salt that enters so that it affects the traditional salt produced by salt farmers. The social actions taken by salt farmers are the factors that cause traditional salt in Gampong Cebrek to survive until now. Keywords: Salt Farming Practices, Social Action, Existence

Citation



    SERVICES DESK