UJI DIAGNOSTIK KADAR BILIRUBIN TOTAL UNTUK DIAGNOSIS APENDISITIS TERKOMPLIKASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

UJI DIAGNOSTIK KADAR BILIRUBIN TOTAL UNTUK DIAGNOSIS APENDISITIS TERKOMPLIKASI


Pengarang

Abdurrahim Maulana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Jufriady Ismy - 197610292005011003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1607601010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Bedah / PDDIKTI : 11707

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.34

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang: Apendisitis akut (AA) merupakan kondisi akut abdomen yang umum menjadi penyebab dilakukan prosedur operasi gawat darurat pada usia muda. Komplikasi berupa perforasi dan gangren akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas penderita AA. Peningkatan kadar bilirunin serum pada penderita apendisitis berkaitan dengan meluasnya infeksi bakteri pada abdomen. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemanknaan diagnostik pemeriksaan bilirubin total dalam diagnosis AA terkomplikasi.

Metode: Penelitian ini termasuk dalam studi diagnostik dengan desain potong lintang yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penderita dengan kecurigaan AA terkomplikasi akan diperiksakan kadar bilirubin serum melalui darah vena sebelum prosedur pembedahan. Temuan intraoperatif menjadi standar utama diagnsosi AA terkomplikasi. Analisis chisquared digunakan dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hasil: Sebanyak 31 penderita AA terlibat dalam penelitian dengan temuan intraoperatif 22 AA terkomplikasi dan 9 AA tidak terkomplikasi yang keduanya di dominasi oleh jenis kelamin laki – laki. Diketahui sebanyak 11 penderita AA terkomplikasi menujukkan hiperbilirubinemia (p = 0,008). Pemeriksaan bilirubin total memiliki sensitifitas 50%, spesifisitas 100%, nilai duga positif 100%, nilai duga negatif 45% dan akurasi 64,5% pada penderita AA terkomplikasi (AUC: 0,832)

Kesimpulan: Pemeriksaan bilirubin total dapat digunakan dalam aplikasi klinis untuk memperkuat diagnostik AA terkomplikasi dengan kemaknaan diagnostic 83,2%.

Kata Kunci: Apendisitis akut terkompliasi, bilirubin total

Introduction: Acute appendicitis (AA) is a common acute abdominal condition that causes emergency surgery procedures at a young age. Complications of perforation and gangrene will increase the morbidity and mortality. Increased serum bilirubin levels in patients with appendicitis are associated with widespread of bacterial infection in the abdomen. The aim of the study was to assess the diagnostic significance of total bilirubin for the diagnosis of complicated AA. Methods: This was a cross-sectional diagnostic study conducted at the dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Regional Hospital. Patients with suspected complicated AA will have examined their serum bilirubin levels via venous blood before the surgical procedure. Intraoperative findings are the standard for the diagnosis of complicated AA. Chi-squared analysis was used with a 95% confidence level. Results: A total of 31 patients with AA were involved in this study. A total of 22 patients had intraoperative findings of complicated AA and 9 uncomplicated AA. Patients are dominated by male gender. A total of 11 patients with complicated AA showed hyperbilirubinemia (p = 0.008). Total bilirubin c has a sensitivity of 50%, specificity of 100%, positive predictive value of 100%, negative predictive value of 45% and accuracy of 64.5% in patients with complicated AA (AUC: 0.832). Conclusion: Total bilirubin serum can be used in clinical applications to strengthen the diagnosis of complicated AA with a diagnostic significance of 83.2%. Keywords: Complicated acute appendicitis, total bilirubin

Citation



    SERVICES DESK