PENGUJIAN MODEL SIMULASI VIGOR KEKUATAN TUMBUH DUA VARIETAS BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL) PADA KONDISI MEDIA TUMBUH SALINITAS TINGGI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGUJIAN MODEL SIMULASI VIGOR KEKUATAN TUMBUH DUA VARIETAS BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL) PADA KONDISI MEDIA TUMBUH SALINITAS TINGGI


Pengarang

Agamna Rahmat - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705101010066

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

635.655

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

AGAMNA RAHMAT, ’’Pengujian Model Simulasi Vigor Kekuatan Tumbuh Dua
Varietas Benih Kedelai (Glycine max L. Merril) Pada Kondisi Media Tumbuh
Salinitas Tinggi’’ di bawah bimbingan Halimursyadah sebagai pembimbing utama
dan Said Imran.AK sebagai pembimbing anggota.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antar vigor benih
hasil uji laboratorium dengan menggunakan media tumbuh bersalinitas tinggi pada
dua varietas tanaman kedelai yang ditanam pada kondisi salinitas tinggi. Disamping
itu ingin diketahui juga interaksi antara tingkat salinitas dan varietas kedelai tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Mei 2013 yang
berlokasi pada dua tempat yaitu Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Kebun
Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Benih kedelai
yang digunakan adalah verietas Anjasmoro dan Kipas Merah Bireuen. Air laut yang
digunakan berasal dari Alue Naga kandungan salinitas 20 mS (millisiemens). Pada uji
laboratorium benih kedelai yang telah dipilih selanjutnya dikecambahkan pada media
kertas merang dengan metode UKDdp, sedangkan pada uji lapangan benih kedelai
ditanam dalam polibag 10 kg yang sudah disediakan dan dibasahi dengan aquadest
dan air laut sesuai perlakuan salinitas masing-masing S0 = kontrol, S1 = 2 mS, S2 = 4
mS dan S3 = 6 mS.
Percobaan di desain dalam dua rancangan yaitu Rancangan Acak Lengkap
(RAL) di laboratorium dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai rancangan di lapangan. Pola faktorial 4 x 2 sebagai rancangan perlakuan dengan 3 ulangan,
sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan dan 24 satuan percobaan.
Peubah yang diamati meliputi potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepatan
tumbuh benih, berat kering kecambah normal, daya tumbuh, tinggi tanaman 15, 30
dan 45 HST, berat berangkasan basah dan berat berangkasan kering.
Tingkat salinitas di laboratorium berpengaruh sangat nyata terhadap daya
berkecambah, berpengaruh tidak nyata terhadap potensi tumbuh, kecepatan tumbuh
dan berat kering kecambah normal. Sedangkan tingkat salinitas di lapangan
berpengaruh sangat nyata terhadap berat berangkasan basah dan berat berangkasan
kering 45 HST, berpengaruh tidak nyata terhadap potensi tumbuh, daya tumbuh dan
tinggi tanaman 15, 30 dan 45 HST.
Pada penggunaan varietas di laboratorium berpengaruh sangat nyata terhadap
daya berkecambah, kecepatan tumbuh, berat kering kecambah normal, dan
berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh. Sedangkan penggunaan varietas di
lapangan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 30 HST, berpengaruh
nyata 15 dan 45 HST, dan berpengaruh tidak nyata terhadap potensi tumbuh, daya
tumbuh, berat berangkasan basah dan berat berangkasan kering 45 HST.
Terdapat interaksi yang nyata antara tingkat salinitas dan varietas terhadap
berat berangkasan basah dan berat berangkasan kering 45 HST. Sedangkan analisis
kolerasi antara pengujian di laboratorium dengan di lapangan untuk potensi tumbuh
dan daya berkecambah memiliki nilai korelasi yang tinggi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK