PENGARUH BELANJA DAERAH, INFLASI, DAN SUKU BUNGA KREDIT TERHADAP PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) PADA PROVINSI SE-SUMATERA TAHUN 2010-2020 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH BELANJA DAERAH, INFLASI, DAN SUKU BUNGA KREDIT TERHADAP PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) PADA PROVINSI SE-SUMATERA TAHUN 2010-2020


Pengarang

MIFTAH NASUTION - Personal Name;

Dosen Pembimbing

M. Shabri - 197110032005011001 - Dosen Pembimbing I
Chenny Seftarita - 198009182008012014 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1701201010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI : 60101

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi dan Bisnis., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

332.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi nasional yang dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi daerah dan pengaturan sumber daya nasional yang memberikan kesempatan bagi peningkatan demokrasi dan kinerja daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju masyarakat madani yang bebas kolusi, korupsi dan nepotisme. Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dapat dijadikan tolok ukur adalah penanaman investasi salah satunya ke dalam bentuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Penelitian ini bersifat kuantitatif asosiatif dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh belanja daerah, inflasi dan suku bunga terhadap penanaman modal dalam negeri di 10 provinsi se-Sumatera selama 11 tahun yaitu dari tahun 2010 hingga 2020. Hasil dari penelitian ini menunjukkan secara serempak belanja daerah, inflasi dan suku bunga berpengaruh terhadap penanaman modal dalam negeri. Secara parsial belanja daerah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penanaman modal dalam negeri. Secara parsial inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap penanaman modal dalam negeri dan secara parsial suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penanaman modal dalam negeri.

Kata Kunci : Belanja Daerah, Inflasi, Suku Bunga Kredit dan Penanaman Modal Dalam Negeri.

Regional economic growth is an integral part from national economic development based on the principles of regional autonomy and national resource regulation which provide opportunity to the improvement of democracy and regional performance for improving the public welfare towards civil society that is free of collusion, corruption, and nepotism. One of the indicators in success of the development implementation that can be used as a benchmark is investment, domestic investment in particular. Type of this research is associative quantitative in which this research aims to investigate the effect of regional expenditure, inflation, and interest rate to the domestic investment in ten provinces in Sumatera for eleven years from 2010 to 2020. Result of this research shows that regional expenditure, inflation, and interest rate simultaneously affect the domestic investment. Regional expenditure partially has positive and insignificant effects to the domestic investment. Inflation partially has negative and insignificant effects to the domestic investment, while interest rate partially has negative and significant effects to the domestic investment. Keywords : Regional Expenditure, Inflation, Credit Interest Rate, and Domestic Investment

Citation



    SERVICES DESK