ISOLASI ALKALOID TOTAL DARI BAKONG ASOE SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ISOLASI ALKALOID TOTAL DARI BAKONG ASOE SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH


Pengarang

FEBRI YULIA AFNIDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rinaldi Idroes - 196808251994031003 - Dosen Pembimbing I
Khairan - 197506222005011001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1708109010040

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA (S1)., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

547.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Bakong Asoe (Nicotiana tabacum L.) merupakan produk olahan dari daun tembakau yang banyak dikonsumsi oleh sebagian masyarakat Aceh, umumnya digunakan untuk menjaga kesehatan area mulut dan bermanfaat sebagai obat karena berfungsi sebagai antiinflamasi pada gigi dan mulut. Bakong Asoe diketahui mengandung senyawa metabolit golongan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol Bakong Asoe. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kandungan isolat alkaloid total dari Bakong Asoe, serta aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH. Bakong Asoe diekstraksi menggunakan metode sokletasi dan menghasilkan ekstrak kental dengan persen rendemennya sebesar 15,12%. Hasil karakterisasi simplisia dan ekstrak etanol Bakong Asoe memperlihatkan bahwa persen kadar airnya berturut-turut sebesar 5,83% dan 9,16%, kadar abu total sebesar 17% dan 7,16%, kadar sari larut air sebesar 13,33 % dan 20,83%, kadar sari larut etanol sebesar 12,16% dan 82,5%. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa ekstrak etanol Bakong Asoe mengandung alkaloid, flavonoid tannin, steroid dan saponin. Hasil fraksinasi alkaloid total menggunakan KLT preparatif (KLTP) diperoleh bahwa fraksi 2 dengan Rf 0,9125 mengandung senyawa alkaloid dengan berat fraksi sebesar 1,62 gram. Hasil analisis fraksi 2 dengan menggunakan spektroskopi GC-MS menunjukkan bahwa fraksi 2 menghasilkan 4 komponen senyawa alkaloid yaitu nikotin, 1,4 Methanocycloocta[d]pyridazine, 1,4,4a,5,6,9,10,10a-octahydro-11,11-dimethyl (1.alpha.,4.alpha.,4a.alpha.,10a.alpha.)-, 7,9-Dimethyl-8-nitrobicyclo[4.3.1]decan-10-one, dan 1H-Purin-6-amine, [(2-fluorophenyl)methyl]. Aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) terhadap isolat total alkaloid menunjukan bahwa ekstrak etanol Bakong Asoe memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 96.6166 ppm.

Kata kunci: Alkaloid total, antioksidan, Bakong Asoe (Nicotiana tabacum L.), GC-MS, metode DPPH

ABSTRACT Bakong Asoe (Nicotiana tabacum L.) is a processed product from tobacco leaves that is widely consumed by some Acehnese, generally used to maintain health in the oral area because its anti-inflammatory functions in the teeth and mouth. Bakong Asoe is known to contain metabolites of the alkaloid group. This study aims to determine the content of secondary metabolites in the ethanol extract of Bakong Asoe. This study also aims to determine the content of total alkaloid isolate from of Bakong Asoe, as well as its antioxidant activity using the DPPH method. Bakong Asoe was extracted using the soxhletation method and produced a thick extract with a yield percentage 15.12%. The characterization results of the Bakong Asoe simplicia and ethanol extract showed that the percentage of water content was 5.83% and 9.16%, the total ash content 17% and 7.16%, the water soluble extract content 13.33% and 20,83%, ethanol soluble extract content of 12.16% and 82.5% respectively. The results of the phytochemical test showed that the ethanolic extract of Bakong Asoe contained alkaloids, flavonoids, tannins, steroids and saponins. The results of total alkaloid fractionation using preparative TLC (PTLC) showed that fraction 2 with Rf value is 0.9125 contained alkaloid compounds with a weight fraction of 1.62 grams. The results of fraction 2 analysis using GC-MS spectroscopy showed that fraction 2 produced 4 components of alkaloid compounds, namely nicotine, 1,4 Methanocycloocta[d]pyridazine, 1,4,4a,5,6,9,10,10a-octahydro-11 ,11-dimethyl (1.alpha.,4.alpha.,4a.alpha.,10a.alpha.)-, 7,9-Dimethyl-8-nitrobicyclo[4.3.1]decan-10-one, and 1H- Purine-6-amine, [(2-fluorophenyl)methyl]. Antioxidant activity test result with DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) on total alkaloid isolates showed that the ethanolic extract of Bakong Asoe had strong antioxidant activity with an IC50 value of 96.6166 ppm. Keywords: Total alkaloid, antioxidants, Bakong Asoe (Nicotiana tabacum L.), GC-MS, DPPH method

Citation



    SERVICES DESK