PREVALENSI DAN AKIBAT PERNIKAHAN DINI DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PREVALENSI DAN AKIBAT PERNIKAHAN DINI DI INDONESIA


Pengarang

Juli Amira Maulidar - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Aliasuddin - 196705111992031002 - Dosen Pembimbing I
Chenny Seftarita - 198009182008012014 - Dosen Pembimbing II
Vivi Silvia - 196707241992032003 - Penguji
Putri Bintusy Syathi - 197602202003122001 - Penguji
Srinita - 196201231987032001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2001201010025

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI : 60101

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi (S2)., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

330.9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan perbandingan pernikahan
dini wilayah kota dan desa di Indonesia. Variabel dalam penelitian ini antara lain
pernikahan dini, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan lingkungan sosial. Data
yang dipakai merupakan data skunder berupa data SUSENAS Maret 2019, yang di
peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan model
analisis kuantitatif dengan metode Maksimum Likelihood Estimation (MLE). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara pendapatan orang
tua dengan pernikahan dini yang terjadi pada daerah pedesaan di Indonesia, akan
tetapi pada daerah perkotaan yang memiliki korelasi positif adalah pendidikan dan
lingkungan sosial. Pendapatan orang tua dan pekerjaan memiliki korelasi yang
negatif pada daerah perkotaan. Sementara itu, pada wilayah pedesaan yang
memiliki korelasi negatif adalah pendidikan, pekerjaan dan lingkungan sosial.
Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah seharusnya mengalokasikan
anggaran subsidi ke sektor yang produktif, seperti lapangan pekerjaan dan subsidi
pendidikan.
Kata Kunci: Pernikahan dini, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan
lingkungan sosial dan Maksimum Likelihood Estimation (MLE).

The purpose of this research is to examine the causes of early marriage in Indonesian cities and rural regions, as well as to compare the two. Early marriage, education, employment, income, and social environment are some of the characteristics investigated in this study. The data utilized is secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) in the form of SUSENAS data from March 2019. The Maximum Likelihood Estimation (MLE) approach is used in this study's quantitative analysis model. The results showed that there was a positive correlation between parental income and early marriage that occurred in rural areas in Indonesia, but in urban areas the ones that had a positive correlation were education and social environment. Parental income and occupation have a negative correlation in urban areas. Meanwhile, in rural areas it has a negative correlation with education, work and social environment. The government should direct subsidy resources to productive areas, such as employment and education subsidies, according to the findings of this study. Keywords: Early marriage, education, employment, money, and social milieu, as well as Maximum Likelihood Estimation (MLE)

Citation



    SERVICES DESK