PENERAPAN METODE ARMAX DALAM MERAMALKAN INFLASI ACEH BERDASARKAN PENGARUH EKSPOR DAN IMPOR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN METODE ARMAX DALAM MERAMALKAN INFLASI ACEH BERDASARKAN PENGARUH EKSPOR DAN IMPOR


Pengarang

Silvi Eristiani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Marzuki - 197802212005011004 - Dosen Pembimbing I
Nany Salwa - 197505292008122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1708108010007

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA (S1)., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

519.535

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dengan terus menerus. Inflasi dalam perekonomian terbuka dipengaruhi oleh situasi perdagangan internasional, yaitu kondisi ekspor dan impor. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan inflasi Aceh dengan melihat pengaruh dari ekspor dan impor Aceh menggunakan pendekatan deret waktu multivariat yaitu model ARMAX. Periode data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Januari 2014 sampai dengan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARMAX terbaik yang layak digunakan untuk meramalkan inflasi Aceh tahun 2020 adalah model ARMAX (2,0,2). Keakuratan hasil ramalan tingkat inflasi menggunakan model ini diduga cukup baik, karena memiliki nilai RMSE dan MAE yang cenderung mendekati 0 serta nilai MAPE yang berada pada kriteria antara 20% sampai 50%. Ketiga nilai tersebut secara berturut-turut adalah 0,2033, 0,0699, dan 25,0476%. Hasil ramalan diduga cukup akurat secara visualisasi sebab terdapat beberapa pola data hasil ramalan yang relatif mengikuti pola data aktualnya. Hasil ramalan inflasi Aceh tertinggi tahun 2020 berdasarkan pengaruh ekspor dan impor diduga terjadi pada bulan Juni yaitu sebesar 0,76%, sedangkan angka inflasi terendah diduga terjadi pada bulan Maret yaitu sebesar -0,21%. Inflasi tersebut tergolong inflasi ringan yaitu inflasi yang berada di bawah 10%. Kondisi ini sama halnya dengan kondisi inflasi yang terjadi pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2019.

Inflation is a continuous increase in the prices of goods and services in general. Inflation in an open economy is influenced by the international trade situation, namely conditions of exports and imports. This study aims to estimate Aceh's inflation by looking at the effects of Aceh's exports and imports using a multivariate time series approach, namely the ARMAX model. The data used in this study is January 2014 to December 2020. The results show that the best ARMAX model that can be used to predict Aceh's inflation in 2020 is the ARMAX model (2,0,2). The accuracy of the inflation rate forecast using this model is estimated to be quite good, having RMSE and MAE values that are close to 0 and MAPE values are in the criteria between 20% to 50%. The three values respectively are 0.2033, 0.0699, and 25.0476%. The forecast results are estimated to be quite accurate visually because there are several patterns of forecast data that relatively follow the actual data pattern. The highest inflation rate in Aceh in 2020 based on the influence of exports and imports is estimated to occur in June at 0.76%, while the inflation rate is estimated to occur in March at -0.21%. This inflation is classified as mild inflation, namely inflation that is below 10%. This condition is the same as inflation conditions that occurred in 2014 to 2019.

Citation



    SERVICES DESK