DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PENGANGGURAN PADA SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PENGANGGURAN PADA SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA


Pengarang
Dosen Pembimbing

Sofyan Syahnur - 197005111997021001 - Dosen Pembimbing I
Putri Bintusy Syathi - 197602202003122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2001201010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI : 60101

Subject
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi (S2)., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

331.137

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Indonesia masih menjadi negara dengan tingkat pengangguran tertinggi kedua di negara-negara Association of South East Asian Nation (ASEAN), hal tersebut harus menjadi perhatian bagi pembuat kebijakan dalam upayanya mengurangi tingkat pengangguran, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat (2). Pengangguran dalam perspektif ekonomi makro berkutat pada teori permintaan tenaga kerja dimana keuntungan (kerugian) perusahaan akan menjadi kunci apakah perusahaan akan menambah tenaga kerja atau mengurangi tenaga kerja. Dengan menggunakan analisis regresi data panel pendekatan Fixed Effect dan Random Effect Model, dan menggunakan data-data dari Industri besar dan sedang (IBS) sebanyak 24 sektor industri periode tahun 2008 sampai 2018, industri kecil (IK) dan industri mikro (IM) sebanyak 23 sektor industri periode tahun 2010 sampai tahun 2019, disimpulkan bahwa tenaga kerja bekerja berpengaruh signifikan terhadap output industri pada IBS, IK, dan IM, investasi dalam negeri berpengaruh signifikan terhadap output industri pada IK dan IM, dan output industri hat berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran pada IBS, IK, dan IM, dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran pada IK. Pemerintah harus mampu memanfaatkan aliran modal dari investasi luar negeri dan dalam negeri secara efisien agar mampu memberikan pengaruh terhadap tingkat pengangguran, selain itu dalam melaksanakan kebijakan upah minimum pemerintah harus melakukan penegakan dan penerapan aturan upah minimum secara maksimal dan melakukan negosiasi yang baik dengan serikat kerja. Hal ini dilakukan agar perusahaan sebagai labor demander dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal dan masyarakat sebagai labor supplier mendapatkan kesejahteraan yang layak melalui upah yang mereka terima.

As a country with the second-highest unemployment rate, Indonesian policymakers should worry about this condition. Based on the macroeconomic perspective, unemployment is affected by the firms' labour demand. It highlights that the firm's profit or loss highly determines the labour force demand. Using the Panel Data Model with Fixed Effect and Random Effect approach, this study results show that the labour force significantly affects industrial output, and the changes of industrial output highly increase the labour demand in the market. However, foreign and domestic capital neither significantly reduce unemployment rate in Indonesia nor stimulate the large and medium industries to absorb labour in the market. Meanwhile, minimum wage significantly affects unemployment in positive ways. The Government should utilize foreign and domestic capital efficiently as possible to reduce unemployment rate. In order to fully execute the minimum wage policy, the government must strictly police and administer the rules, as well as undertake effective talks with labor unions. This is done so that the corporation, as a labor demander, can absorb labor as efficiently as possible, while the community, as a labor supplier, receives adequate compensation.

Citation



    SERVICES DESK