POTENSI SENYAWA BIOAKTIF DARI PATCHOULI OIL (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) SEBAGAI INHIBITOR SARS-COV-2: SUATU STUDI ANALISIS GC-MS SECARA IN SILICO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

POTENSI SENYAWA BIOAKTIF DARI PATCHOULI OIL (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) SEBAGAI INHIBITOR SARS-COV-2: SUATU STUDI ANALISIS GC-MS SECARA IN SILICO


Pengarang

NAILIL MUNA DINURA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rinaldi Idroes - 196808251994031003 - Dosen Pembimbing I
Khairan - 197506222005011001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1608109010018

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Mipa-Farmasi., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nilam (Pogostemon cablin Benth.) secara in vitro diketahui mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi, antialergi, dan sebagai antiviral. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa metabolit yang terkandung dalam minyak nilam dan potensi senyawa bioaktif dari minyak nilam sebagai penghambat enzim dan protein SARS-COV-2 secara in silico. Hasil karakterisasi fisikokimia menunjukkan bahwa minyak nilam yang digunakan dalam penelitian ini memiliki warna kuning muda, memiliki nilai indeks bias 1,5008, nilai bobot jenis sebesar 0,949 gr/ml , nilai bilangan asam sebesar 0,98, dan memiliki kandungan patchouli alkohol sebesar 33,14 %. Hasil analisis spektroskopi GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometer) menunjukkan bahwa minyak nilam mengandung sepuluh senyawa utama. Hasil studi secara in silico memperlihatkan bahwa senyawa alloaromadendrene dan patchouli alcohol memiliki afinitas ikatan (binding affinity) yang tinggi terhadap protein Spike (6VXX) dengan binding affinity nya berturut-turut sebesar -7,4 dan -7,2, nilai binding affinity ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kontrol positif Nelvinafir sebesar -8,5. Senyawa -guaiene dan alloaromadendrene memiliki afinitas ikatan (binding affinity) tertinggi terhadap 3CLpro (6LU7) dengan dengan binding affinity nya berturut-turut sebesar -5,7 dan -5,3, nilai binding affinity ini lebih rendah dibandingkan dengan kontrol positif Nelvinafir sebesar -8,3. senyawa patchouli alcohol dan alloaromadendrene memiliki afinitas ikatan (binding affinity) yang tinggi terhadap PLpro (6WX4) dengan binding affinity nya berturut-turut sebesar -6,1 dan -6.0, nilai binding affinity ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kontrol positif Nelvinafir sebesar -6,9.

Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) in vitro is known to have anti-inflammatory, anti-allergic, and antiviral activities. This study aims to determine the metabolite compounds contained in patchouli oil and the potential of bioactive compounds from patchouli oil as an in silico inhibitor of enzymes and proteins of SARS-COV-2. The results of physicochemical characterization showed that the patchouli oil used in this study has a light yellow color, has a refractive index value of 1.5008, a specific gravity value of 0.949 gr/ml, an acid number value of 0.98, and has a patchouli alcohol content of 33. 14%. The results of the GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometer) spectroscopic analysis showed that patchouli oil contains ten main compounds. The results of the in silico study showed that alloaromadendrene and patchouli alcohol have a high binding affinity for Spike protein (6VXX) with binding affinities of -7.4 and -7.2, respectively. lower than the positive control Nelvinafir by -8.5. -guaiene and alloaromadendrene compounds have the highest binding affinity for 3CLpro (6LU7) with binding affinities of -5.7 and -5.3 respectively, this binding affinity value is lower than the positive control Nelvinafir of -8.3. patchouli alcohol and alloaromadendrene compounds have a high binding affinity for PLpro (6WX4) with a binding affinity of -6.1 and -6.0, respectively, this binding affinity value is slightly lower than the positive control Nelvinafir of -6 ,9.

Citation



    SERVICES DESK