PENGARUH PENGGUNAAN KOMBINASI ABU AMPAS TEBU DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN PADA BETON MUTU TINGGI TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA LINGKUNGAN BERBEDA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN KOMBINASI ABU AMPAS TEBU DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN PADA BETON MUTU TINGGI TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA LINGKUNGAN BERBEDA


Pengarang

ANDRI PRIMA PUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mochammad Afifuddin - 196409071989031003 - Dosen Pembimbing I
Huzaim - 196603201992031003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1704101010063

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fak. Teknik Sipil., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penggunaan material semen dalam industri konstruksi terus meningkat dari tahun ke tahun dan peningkatan ini berakibat pada meningkatnya produksi gas buangan CO2 dialam yang berakibat pada pembentukan efek rumah kaca. Abu ampas tebu dan abu sekam padi mengandung unsur silika (SiO2) yang juga terdapat pada kandungan semen. Pada penelitian ini digunakan kombinasi abu ampas tebu dan abu sekam padi sebagai substitusi semen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan substitusi semen dengan kombinasi 75% abu sekam padi dan 25% abu ampas tebu sebagai substitusi semen pada lingkungan yang berbeda terhadap kuat tekan beton mutu tinggi. Penelitian ini menggunakan kombinasi abu ampas tebu dan abu sekam padi dengan variasi 0%, 1%, 2% dan 3% dari volume semen dengan nilai FAS 0,3. Benda uji yang digunakan yaitu berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm dengan masing-masing 3 benda uji setiap variasi. Perawatan dilakukan dengan cara perendaman selama 28 hari dan setelah perawatan benda uji diletakkan di lingkungan yang berbeda yaitu pada kondisi lingkungan yang terlindung, tidak terlindung dan tertimbun selama 7 hari dan 28 hari, sehingga total benda uji sebanyak 72 buah. Hasil yang didapatkan menunjukkan nilai kuat tekan optimum didapatkan pada beton mutu tinggi dengan substitusi persentase 1%. Variasi persentase yang berbeda memberi pengaruh pada kuat tekan beton mutu tinggi. Nilai kuat tekan beton pada perawatan 7 hari yaitu di lingkungan terlindung, tidak terlindung dan tertimbun sebesar 44,79 MPa, 52,67 MPa dan 52,01 MPa, sedangkan pada perawatan 28 hari kuat tekan optimum sebesar 67,06 MPa, 69,10 MPa dan 70,16 MPa. Pada umur 28 hari di masing-masing kondisi lingkungan yaitu terlindung, tidak terlindung dan tertimbun mengalami kenaikan kuat tekan pada persentase 1% yaitu sebesar 35,94%, 50,78% dan 30,79% dari beton mutu tinggi tanpa substitusi.

The use of cement material in the construction industry increase continously through the years, and this increase result in increased production of exhaust gases CO2 in nature which result in the formation of greenhouse effect. Sugarcane bagasse ash and rice husk ash contain silica (SiO2) which is also found in cement content. This study used a combination of bagasse ash and rice husk ash as a cement substitution. The purpose of this study was to determine the effect of the use of cement substitution material with a combination of 75% rise husk ash and 25% bagasse ash as cement substitution in different environments on the compressive strength of high strength concrete. This study uses a combination of bagasse ash and rice husk ash with a variation of 0%, 1%, 2% and 3% of the volume of cement with w/c is 0.3. The specimens used are 10 cm in diameter and 20 cm high with 3 specimens of each variation. The treatment was carried out by immersion for 28 days and after the treatment of the test specimens were placed in a different environment that is in a protected, unprotected and buried environment for 7 days and 28 days. Tests carried out are concrete compressive strength tests conducted after the test object is placed under different environmental conditions. The results indicate the optimum compressive strength value obtained in high strength concrete with a substitution of 1%. The compressive strength value of concrete in the 7-day treatment is in a protected, unprotected and buried environment of 44.79 MPa, 52.67 MPa and 52.01 MPa, Whereas in the 28 day treatment the optimum compressive strength was 67.06 MPa, 69.10 MPa and 70.16 MPa. The biggest increase in compressive strength occurred in the 28-day maintenance in each environmental condition that is protected, unprotected and buried increased compressive strength at a percentage of 1% which is equal to 35.94%, 50.78% and 30.79% of high strength concrete without substitution.

Citation



    SERVICES DESK