PERAN KEUCHIK DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI GAMPONG LUTHU DAYAH KRUENG KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN KEUCHIK DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI GAMPONG LUTHU DAYAH KRUENG KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

FITRI MAILISA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zahratul Idami - 197012081997022001 - Dosen Pembimbing I
Mukhrijal - 198810202017011101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1410104010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

320.8

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 angka 9
dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008, Bab I Ketentuan Umum, Pasal
1 angka 6, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana,
baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan
kemampuan menghadapi bencana. Indonesia yang mempunyai iklim bersifat
basah mempunyai curah hujan yang tinggi sehingga sering terjadi banjir.
Gampong Luthu Dayah Krueng, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh
Besar, kerap terjadi banjir sehingga banyak merugikan masyarakat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peran Keuchik dalam Mitigasi
Bencana Banjir di Gampong Luthu Dayah Krueng Kecamatan Sukamakmur,
Kabupaten Aceh Besar, dan untuk mengetahui dan menjelaskan Mitigasi bencana
banjir di Gampong Luthu Dayah Krueng Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten
Aceh Besar. Dalam penelitian ini menggunakan teori peran dan mitigasi bencana
banjir. Penelitian ini melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa dalam teori peran kinerja keuchik masih kurang maksimal. Sebagai
promotor peran keuchik kurang memadai, karena program kerja dalam mitigasi
bencana banjir kurang maksimal. Sedangkan sebagai dinamisator, peran keuchik
kurang dalam memberikan sosialisasi intensif dalam tindakan penanggulan
banjir. Sebagai fasilitator peran keuchik hampir memadai. Mitigasi yang
dilaksanakan di Luthu Dayah Krueng juga masih kurang maksimal. Hampir
sebagian besar berupa mitigasi sruktural, yaitu berupa pembangunan tanggul di
kedua sisi sungai. Namun pembangunan tanggul masih kurang maksimal
dikarenakan masih sering terjadi banjir. Mitigasi non-struktural, juga masih
kurang maksimal, program yang dilakukan berupa gorong royong membersihkan
sungai dan peyuluhan serta himbauan kepada masyarakat supaya tidak membuang
sampah sembarangan. Dalam mengantipasi banjir sebagian masyarakat sudah tahu
langkah-langkah yang harus diambil dan tenang ketika banjir terjadi, sebagian lagi
tidak. Diharapkan kepada pihak keuchik untuk melakukan gotong royong secara
rutin untuk mengeruk dan melebarkan sungai supaya daya tampung air lebih
tinggi sehingga air tidak meluap.
Kata Kunci: Peran, Keuchik, Mitigasi Bencana Banjir.


ABSTRACT Law Number 24 of 2007, Chapter I General Provisions, Article 1 point 9 and Government Regulation Number 21 of 2008, Chapter I General Provisions, Article 1 point 6, mitigation is a series of efforts to reduce disaster risk, both through physical development and awareness and capacity building to deal with disasters. Indonesia, which has a tropical wet climate, has high rainfall so that floods often occur. In Luthu Dayah Krueng Village, Sukamakmur Sub-district, Aceh Besar District, floods often occur and this causes a lot of harm to the community. This study aims to identify and explain the role of the village head in flood disaster mitigation, as well as to find out and explain what flood disaster mitigation is in Luthu Dayah Krueng Village, Sukamakmur Sub-district, Aceh Besar District. This research uses role theory and flood disaster mitigation. This research was conducted through a qualitative approach. The results of the study concluded as a promoter, the role of the village head is inadequate. Meanwhile, as a dynamist, the role of the village head is still lacking in providing intensive socialization on flood mitigation measures. As a facilitator, the role of the village head is almost adequate. The mitigation carried out in Luthu Dayah Krueng Village is not really optimal. Most of the mitigation carried out is in the form of structural mitigation, namely the construction of embankments on both sides of the river, however, is still not optimal due to frequent flooding. Meanwhile, nonstructural mitigation is still not optimal. Suggestions that can be submitted to the village head are to dredge and widen the river so that the water capacity is more than before so that the water does not overflow. Keywords: Roles, Village Head, Flood Disaster Mitigation.

Citation



    SERVICES DESK