PERBEDAAN PANDANGAN WARGA DESA PAYA DAPUR DALAM MENYIKAPI COVID-19 (ANALISIS DESKRIPTIF PADA PENGIKUT MAJELIS TA’LIM PESANTREN LIQAURRAHMAH DAN PENGIKUT SA’AD BIN ABI WAQQASH DI ACEH SELATAN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBEDAAN PANDANGAN WARGA DESA PAYA DAPUR DALAM MENYIKAPI COVID-19 (ANALISIS DESKRIPTIF PADA PENGIKUT MAJELIS TA’LIM PESANTREN LIQAURRAHMAH DAN PENGIKUT SA’AD BIN ABI WAQQASH DI ACEH SELATAN)


Pengarang

ZARIAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zulfan - 196107081989101001 - Dosen Pembimbing I
Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1410101010043

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.12

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penyebaran covid-19 mengharuskan pemerintah melakukan lockdown disetiap
daerah. Namun, di Desa Paya Dapur memiliki 2 pengajian yaitu majelis ta’lim di
pesantren Liqaurrahmah dan Sa’ad Bin Abi Waqqash yang memiliki tindakan
berbeda dalam menghadapi coronavirus/lockdown. Tujuan penelitian ini adalah 1)
untuk mengetahui hal yang melatarbelakangi perbedaan sikap anggota pengajian
majelis ta’lim pesantren Liqaurrahmah dan Sa’ad Bin Abi Waqqash mengenai
wabah covid-19, 2) untuk mengetahui tanggapan para anggota yang melakukan
kegiatan majelis ta’lim di Pesantren Liqaurrahmah dan Sa’ad Bin Abi Waqqash
mengenai wabah covid-19. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori
interaksionisme simbolik oleh Herbert Blumer. Metode penelitian menggunakan
metode kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif.
Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan
verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua
pesantren yaitu Liqaurrahmah dan pesantren Sa’ad Bin Abi Waqqash memiliki
pandangan yang berbeda mengenai covid-19. Dari kedua pandangan tersebut
sehingga melahirkan interaksionisme simbolik pada konsep-konsep yang
dicetuskan oleh Blumer. Sikap anggota majelis ta’lim juga berbeda berdasarkan
tanggapan yang mereka percayai berdasarkan apa yang disampaikan oleh
pimpinan mereka. Tanggapan tersebut melahirkan tindakan untuk tidak
melakukan lockdown dan melakukan lockdown.

Kata Kunci: Perbedaan pandangan, Anggota Majelis Ta’lim dan Covid-19.

ABSTRACK The spread of COVID-19 requires the government to do a lockdown in every area. However, in Paya Dapur Village, there are 2 recitations, namely the ta'lim assembly at the Liqaurrahmah Islamic boarding school and Sa'ad Bin Abi Waqqash which have different actions in dealing with the coronavirus/lockdown. The purposes of this study were 1) to find out the reasons behind the differences in the attitudes of members of the Islamic Boarding School ta'lim assemblies Liqaurrahmah and Sa'ad Bin Abi Waqqash regarding the covid-19 outbreak, 2) to find out the responses of members who carried out ta'lim assembly activities in Islamic boarding schools. Liqaurrahmah and Sa'ad Bin Abi Waqqash regarding the covid-19 outbreak. The theory in this study uses the theory of symbolic interactionism by Herbert Blumer. The research method uses qualitative methods, while the type of research used is descriptive. Data analysis techniques used are data reduction, data display and verification or drawing conclusions. The results show that the two Islamic boarding schools, namely Liqaurrahmah and Sa'ad Bin Abi Waqqash Islamic boarding schools have different views on COVID-19. From these two views, it gave birth to symbolic interactionism on the concepts proposed by Blumer. The attitude of the members of the ta'lim assembly also differed based on the responses they believed based on what was conveyed by their leaders. This response gave birth to actions not to do a lockdown and to do a lock down. Keywords: Different views, Covid-19

Citation



    SERVICES DESK