GAMBARAN KEPADATAN BIOFILM ORAL MIKROBIOMA PADA GLASS IONOMER CEMENT MODIFIKASI HIDROKSIAPATIT DARI SINTESIS CANGKANG TELUR AYAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN KEPADATAN BIOFILM ORAL MIKROBIOMA PADA GLASS IONOMER CEMENT MODIFIKASI HIDROKSIAPATIT DARI SINTESIS CANGKANG TELUR AYAM


Pengarang

MEIDITYA HANDYSHA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Dewi Saputri - 197705042002122005 - Dosen Pembimbing I
Basri - 197507032006041002 - Dosen Pembimbing II
Zulfan Alibasyah - 197302132001122001 - Penguji
Viona Diansari - 197810252006042003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1813101010031

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Gigi., 2021

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Biofilm oral mikrobioma dapat muncul pada semua permukaan rongga mulut maupun bahan restorasi seperti Glass Ionomer Cement (GIC). GIC dianggap unggul karena memiliki kemampuan menghasilkan fluoride yang memiliki efek kariostatik, tetapi fluoride yang dihasilkan tersebut tidak adekuat untuk menghambat pertumbuhan biofilm sehingga dilakukan modifikasi dengan penambahan hidroksiapatit dari cangkang telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar hidroksiapatit yang terdapat pada cangkang telur ayam dan menilai gambaran kepadatan biofilm oral mikrobioma pada permukaan GIC modifikasi hidroksiapatit dari sintesis cangkang telur ayam. Kelompok penelitian dibagi menjadi kelompok kontrol yaitu GIC tanpa penambahan hidroksiapatit dan kelompok perlakuan yaitu GIC dengan penambahan hidroksiapatit 5%. Biofilm oral mikrobioma yang didapatkan dari hasil swab plak gigi volunteer dikultur pada permukaan spesimen dengan rentang waktu 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Kepadatan biofilm diperiksa dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy dan dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak ImageJ. Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata kepadatan biofilm pada GIC tanpa penambahan hidroksiapatit pada waktu 24 jam, 48 jam, dan 72 jam secara berturut-turut adalah 2.640,02 p/µm, 1.130,08 p/µm, 16.797,33 p/µm. Sedangkan pada GIC dengan penambahan hidroksiapatit adalah 1.921,52 p/µm, 1.029 p/µm, dan 5.764,50 p/ µm . Kesimpulan penelitian ini adalah hidroksiapatit murni telah didapat dari sintesis cangkang telur ayam yang dilakukan dalam penelitian ini. Analisis statistik yang dilakukan menunjukkan waktu mempengaruhi nilai kepadatan biofilm oral mikrobioma yang terbentuk serta kedua kelompok bahan memiliki perbedaan efek dalam mengurangi kepadatan biofilm secara deskriptif tetapi secara statistik tidak memiliki perbedaan bermakna.

Oral microbiome biofilms can appear on all surfaces of the oral cavity as well as restorative materials such as Glass Ionomer Cement (GIC). GIC is considered superior because it has the ability to produce fluoride which has a cariostatic effect, but the fluoride produced is inadequate to inhibit the growth of biofilms, so modifications were made by adding hydroxyapatite from eggshell. This study aimed to evaluate the levels of hydroxyapatite contained in chicken eggshells and to assess the description of oral microbiome biofilm density on the surface of hydroxyapatite modified GIC from chicken eggshell synthesis. The research group was divided into a control group, namely GIC without the addition of hydroxyapatite and a treatment group, namely GIC with the addition of 5% hydroxyapatite. The oral microbiome biofilm obtained from the voluntary dental plaque swab was cultured on the specimen surface at a time span of 24 hours, 48 hours, and 72 hours. Biofilm density was examined using Scanning Electron Microscopy and analyzed using ImageJ software. The results showed that the average density of biofilm on GIC without the addition of hydroxyapatite at 24 hours, 48 hours, and 72 hours, respectively, was 2,640.02 p/µm, 1,130.08 p/µm, 16,797.33 p/µm. Meanwhile, the GIC with the addition of hydroxyapatite was 1,921.52 p/µm, 1.029 p/µm, and 5,764.50 p/m. The conclusion of this study is that pure hydroxyapatite has been obtained from the synthesis of chicken egg shells carried out in this study. Statistical analysis performed showed that time affected the density value of the oral microbiome formed and the two groups of materials had different effects in reducing biofilm density descriptively but statistically did not have a significant difference.

Citation



    SERVICES DESK