APLIKASI GIS UNTUK CUT AND FILL PEMODELAN TERAS BANGKU : STUDI KASUS KEBUN KURMA LEMBAH BARBATERNKABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

APLIKASI GIS UNTUK CUT AND FILL PEMODELAN TERAS BANGKU : STUDI KASUS KEBUN KURMA LEMBAH BARBATERNKABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

RIRIN ERIANDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Dosen Pembimbing I
Teuku Alvisyahrin - 196203301988111003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1705108010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2021

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Kebun Kurma Lembah Barbate merupakan lahan berlereng yang berada di Kabupaten Aceh Besar. Budidaya tanaman pada lahan berlereng tersebut dapat menimbulkan masalah konservasi tanah dan air, sehingga dengan pembuatan teras bangku menerapkan konsep “cut and fill” menjadikan tanaman tumbuh optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan perencanaan dengan melakukan pembuatan model teras bangku secara dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) dengan data citra satelit dan data DEM kawasan kajian Kebun Kurma Lembah Barbate yang mana dapat menghasilkan volume tanah yang dihitung dengan memanfaatkan aplikasi GIS yaitu ArcGIS, QGIS, dan Global Mapper.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Untuk mendapatkan hasil perhitungan cut and fill menggunakan metode composite volume. Metode ini memerlukan dua permukaan tanah yang berbeda yaitu permukaan tanah asli (originial surface) dan permukaan tanah rencana (design surface). Hasil penelitian cut and fill dibagi menjadi dua katagori. Untuk cut and fill per area memiliki luas 615.972 ha yang mana memperoleh volume galian sebanyak 1.463.938 m³ dan volume timbunan sebanyak 2.284.790 m³ sedangkan untuk hasil perhitungan perterasan memiliki luas 2.053 ha dengan jumlah teras yaitu 195 teras yang mana memperoleh hasil volume galian sebanyak 1.994 m³ dan untuk hasil volume timbunan sebanyak 51.703 m³.
Pembuatan teras bangku di kelerengan 52% belum memenuhi kaidah konservasi yang mana akan menimbulkan risiko erosi dan tanah longsor. Dalam kaitan ini metode konservasi secara vegetatif sangat diperlukan dalam pembuatan teras bangku ini dengan menanami tanaman penutup tanah (cover crop) sebagai tanaman penguat teras. Ketinggian tempat pada kebun kurma sudah memenuhi syarat konservasi pada kelas IV dengan ketinggian 50-300 m dan kelas V dengan ketinggian >300 m dimana syarat tersebut juga sangat sesuai untuk tumbuhan tanaman kurma.

RINGKASAN Kebun Kurma Lembah Barbate merupakan lahan berlereng yang berada di Kabupaten Aceh Besar. Budidaya tanaman pada lahan berlereng tersebut dapat menimbulkan masalah konservasi tanah dan air, sehingga dengan pembuatan teras bangku menerapkan konsep “cut and fill” menjadikan tanaman tumbuh optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan perencanaan dengan melakukan pembuatan model teras bangku secara dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) dengan data citra satelit dan data DEM kawasan kajian Kebun Kurma Lembah Barbate yang mana dapat menghasilkan volume tanah yang dihitung dengan memanfaatkan aplikasi GIS yaitu ArcGIS, QGIS, dan Global Mapper. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Untuk mendapatkan hasil perhitungan cut and fill menggunakan metode composite volume. Metode ini memerlukan dua permukaan tanah yang berbeda yaitu permukaan tanah asli (originial surface) dan permukaan tanah rencana (design surface). Hasil penelitian cut and fill dibagi menjadi dua katagori. Untuk cut and fill per area memiliki luas 615.972 ha yang mana memperoleh volume galian sebanyak 1.463.938 m³ dan volume timbunan sebanyak 2.284.790 m³ sedangkan untuk hasil perhitungan perterasan memiliki luas 2.053 ha dengan jumlah teras yaitu 195 teras yang mana memperoleh hasil volume galian sebanyak 1.994 m³ dan untuk hasil volume timbunan sebanyak 51.703 m³. Pembuatan teras bangku di kelerengan 52% belum memenuhi kaidah konservasi yang mana akan menimbulkan risiko erosi dan tanah longsor. Dalam kaitan ini metode konservasi secara vegetatif sangat diperlukan dalam pembuatan teras bangku ini dengan menanami tanaman penutup tanah (cover crop) sebagai tanaman penguat teras. Ketinggian tempat pada kebun kurma sudah memenuhi syarat konservasi pada kelas IV dengan ketinggian 50-300 m dan kelas V dengan ketinggian >300 m dimana syarat tersebut juga sangat sesuai untuk tumbuhan tanaman kurma.

Citation



    SERVICES DESK