PENERAPAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR BERBASIS STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATHICS) PADA MATERI KOLOID TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ILMIAH MAHASISWA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR BERBASIS STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATHICS) PADA MATERI KOLOID TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ILMIAH MAHASISWA


Pengarang

Juliana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sulastri - 196808111992032001 - Dosen Pembimbing I
Syahrial - 196712281993031003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1706103040018

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kimia (S1) / PDDIKTI : 84204

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2021

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan praktikum Kimia Dasar berbasis STEM yang terintegrasi dengan pembelajaran inkuiri terbimbing pada konsep materi koloid dan pengaruh serta kontribsusinya terhadap kemampuan berpikir ilmiah dan penguasaan konsep mahasiswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dengan two group pretest-postest design. Kemampuan berpikir ilmiah (KBI) mahasiswa diukur menggunakan instrumen tes soal LCTSR (Lawson Classroom Test Scientific Reasoning) yang terdiri dari 24 soal pilihan ganda. Penguasaan konsep (PK) mahasiswa diukur menggunakan instrumen two-tier test, yang terdiri dari 12 soal pilihan ganda. Sampel penelitian adalah semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah praktikum kimia dasar pada Fakultas Tarbiyah Kimia UIN Ar-Raniry yang berjumlah 25 orang. Praktikum dilaksanakan dalam satu pertemuan selama 150 menit. Efektivitas penerapan praktikum STEM berbasis inkuiri terbimbing diuji menggunakan sumber data dari hasil angket STEM. Perbedaan rata-rata pretest dan posttest KBI dan PK mahasiswa dihitung dengan uji paired sampel t-test. Pengaruh dan kontribusi penerapan STEM terhadap kemampuan berpikir ilmiah dan penguasaan konsep dianalisis menggunakan uji regresi sederhana dengan program SPSS-21. Hasilnya praktikum Kimia Dasar berbasis STEM yang terintegrasi inkuiri terbimbing pada konsep koloid dalam penelitian ini telah terlaksana dengan kategori efektivitas keterlaksanaan pembelajaran sangat baik. Hasil uji paired sampel t-test menunjukkan bahwa perbedaan pretest dan posttest mahasiswa pada kelas ekspreiman dan kelas kontrol signifikan berbeda. Hasil uji regresi sederhana memperlihatkan jika taraf signifikansi antara STEM dan KBI mahasiswa pada kelas eksperimen adalah signifikan 0.027 < 0.05 (taraf signifikan α=5%) dan ini bermakna bahwa terdapat pengaruh antara STEM dan KBI. Adapun kontribusi yang diberikan sebesar 37.3% sementara taraf signifikansi antara STEM dan PK mahasiswa adalah tidak signifikan 0.156 > 0.05 dan ini bermakna bahwa tidak terdapat pengaruh antara STEM dan PK. Adapun kontribusi yang diberikan hanya sebesar 18.2%. Hasil uji regresi sederhana memperlihatkan jika taraf signifikansi antara pembelajaran non-STEM dan KBI mahasiswa pada kelas kontrol adalah tidak signifikan 0.397 > 0.05 dan ini bermakna bahwa tidak terdapat pengaruh antara pembelajaran non-STEM dan KBI mahasiswa, kontribusi yang diberikan hanya sebesar 27.7% sementara taraf signifikansi antara non-STEM dan PK mahasiswa juga tidak signifikan yaitu 0.385 > 0.05 dan ini bermakna bahwa tidak terdapat pengaruh antara pembelajaran non-STEM dan PK dan kontribusi yang diberikan hanya sebesar 24.3%.

This study aims to examine the effectiveness of the application of STEM-based Basic Chemistry practicum which is integrated with guided inquiry learning on the concept of colloidal material and its influence and contribution to students' scientific thinking skills and mastery of concepts. The approach used in this research is quantitative with the type of experimental research with a two group pretest-posttest design. Students' scientific thinking ability (KBI) was measured using the LCTSR (Lawson Classroom Test Scientific Reasoning) test instrument which consisted of 24 multiple choice questions. Concept mastery (PK) of students was measured using a two-tier test instrument, which consisted of 12 multiple choice questions. The research sample was all students who took the basic chemistry practicum course at the Chemical Tarbiyah Faculty of UIN Ar-Raniry, totaling 25 people. The practicum is carried out in one meeting for 150 minutes. The effectiveness of the application of guided inquiry-based STEM practicum was tested using data sources from the results of the STEM questionnaire. The difference between the average pretest and posttest KBI and PK of students was calculated by using the paired sample t-test. The effect and contribution of STEM application on scientific thinking skills and mastery of concepts were analyzed using a simple regression test with the SPSS-21 program. The result is that the STEM-based Basic Chemistry practicum integrated with guided inquiry on the colloid concept in this study has been carried out in the category of very good learning implementation effectiveness. The results of the paired sample t-test showed that the pretest and posttest differences between students in the experimental class and the control class were significantly different. The results of the simple regression test showed that the significance level between STEM and KBI students in the experimental class was significant 0.027 < 0.05 (significant level = 5%) and this means that there is an influence between STEM and KBI. The contribution given is 37.3% while the significance level between STEM and student PK is not significant 0.156 > 0.05 and this means that there is no effect between STEM and PK. The contribution given is only 18.2%. The results of the simple regression test show that if the significance level between non-STEM learning and KBI students in the control class is not significant 0.397 > 0.05 and this means that there is no influence between non-STEM learning and KBI students, the contribution given is only 27.7% while the level of the significance between non-STEM and PK students is also not significant, namely 0.385 > 0.05 and this means that there is no effect between non-STEM learning and PK and the contribution given is only 24.3%.

Citation



    SERVICES DESK