KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN SBDP MELALUI KARYA MAKRAME PADA PESERTA DIDIK DI KELAS 5 SD NEGERI LAMPEUNEURUT ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN SBDP MELALUI KARYA MAKRAME PADA PESERTA DIDIK DI KELAS 5 SD NEGERI LAMPEUNEURUT ACEH BESAR


Pengarang

RICHA TIARMA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rosma Elly - 195610041988032001 - Dosen Pembimbing I
Alfiati Syafrina - 195709111985032007 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1706104040055

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1) / PDDIKTI : 86206

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam kurikulum 2013 Seni Rupa dan Prakarya (SBdP) merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar yang mempelajari tentang budaya dan berkarya di dalam seni. Salah satu ilmu prakarya yang diajarkan di Sekolah Dasar yaitu karya makrame. Namun banyak guru di Sekolah Dasar tidak menerapkan materi tersebut, dikarenakan sulit dan kurangnya ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran SBdP melalui karya makrame pada peserta didik di kelas 5 SD Negeri Lampeuneurut Aceh Besar.
Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini merupakan satu orang guru kelas 5 SD Negeri Lampeuneurut Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Berdasarkan hasil analisis data, peneliti memperoleh informasi bahwa kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran SBdP melalui karya makrame pada peserta didik di kelas 5 SD Negeri Lampeuneurut Aceh Besar termasuk dalam kategori cukup, karena guru masih memiliki kekurangan yaitu tidak menjelaskan teknik simpul kombinasi makrame dan tidak memberikan maupun melaporkan penilaian kepada peserta didik. Kendala guru dalam menerapkan pembelajaran SBdP melalui karya makrame ialah kurangnya pemahaman terhadap teknik simpul makrame yang membutuhkan konsentrasi dan fokus. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran SBdP melalui karya makrame termasuk dalam kategori cukup dan kendala guru dalam menerapkan pembelajaran SBdP melalui karya makrame ialah kurangnya pemahaman terhadap teknik simpul makrame yang membutuhkan konsentrasi dan fokus.

In the 2013 Seni Rupa dan Prakarya (SBdP) is one of the subjects taught in elementary schools that studies culture and works in the arts. One of the craft sciences taught in elementary schools is macrame work. However, many teachers in elementary schools do not apply the material, due to the difficulty and lack of knowledge. This study aims to describe the teacher's ability to apply SBdP learning through makrame work to students in grade 5 at SD Negeri Lampeuneurut Aceh Besar. This research approach is a qualitative approach. This type of research is descriptive research. The subject in this study was a 5th grade teacher at SD Negeri Lampeuneurut Aceh Besar. Data was collected by means of observation and interview techniques. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. Based on the results of data analysis, researchers obtained information that the teacher's ability to apply SBdP learning through macrame work to students in grade 5 SD Negeri Lampeuneurut Aceh Besar was included in the sufficient category, because the teacher still had shortcomings, namely not explaining the macrame combination knot technique and not giving or report assessments to students. The teacher's obstacle in implementing SBdP learning through macrame works is the lack of understanding of the macrame knot technique which requires concentration and focus. Therefore, it can be concluded that the teacher's ability to apply SBdP learning through macrame work is included in the sufficient category and the teacher's obstacle in implementing SBdP learning through macrame work is the lack of understanding of the macrame knot technique which requires concentration and focus.

Citation



    SERVICES DESK