SUATU TINJAUAN HUKUM PERJANJIAN NOMINEE TERHADAP JUAL BELI TANAH WARGA NEGARA ASING DI GAMPONG IBOIH KOTA SABANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

SUATU TINJAUAN HUKUM PERJANJIAN NOMINEE TERHADAP JUAL BELI TANAH WARGA NEGARA ASING DI GAMPONG IBOIH KOTA SABANG


Pengarang

CUT REVIDA ZULFA ALIFIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

M. Adli - 196607031998021001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1803101010113

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

346.043 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Cut Revida Zulfa Alifia,
2021


DR. M. ADLI ABDULLAH, S.H., MCL.
Pasal 33 ayat 1 dan 33 ayat 2 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007
tentang Penanaman Modal dalam rangka mengatasi perkembangan dunia
investasi di Indonesia, termasuk mengatur mengenai larangan nominee. Namun
kenyataannya, di Pulau Sabang terdapat beberapa Warga Negara Asing yang
membuka usaha di Gampong Iboih dengan menggunakan nama WNI yang
didasarkan pada perjanjian nominee. Padahal, berdasarkan hukum yang berlaku di
Indonesia, hanya Warga Negara Indonesia asli yang boleh memiliki hak milik.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk meneliti upaya Warga Negara Asing
melakukan perjanjian nominee untuk mendapatkan tanah di Gampong Iboih Kota
Sabang dan akibat hukum terhadap perjanjian nominee untuk Warga Negara Asing
yang membeli tanah di Gampong Iboih Kota Sabang.
Penelitian ini menerapkan metode penelitian yuridis empiris, yaitu menganalisa
permasalahan dengan cara memadukan bahan hukum dan data yang diperoleh langsung
dari penelitian lapangan. Pengumpulan data juga dilakukan dengan mewawancarai
responden dan informan.
Penelitian ini menunjukkan Perjanjian Nominee Warga Negara Asing di
Gampong Iboih, Kota Sabang yang tidak terlepas dari ketentuan Pasal 1320 Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata. Adanya perjanjian Nominee WNA di Gampong
Iboih, Kota Sabang dapat menguasai tanah di Indonesia dengan upaya atas
perkawinan, penanaman modal dan terakhir dengan pinjam nama WNI. Perjanjian
nominee jelas dilarang dalam Pasal 26 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun
1960 tentang Peraturan Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Oleh karena itu, pinjam
nama milik WNI oleh WNA di Gampong Iboih, Kota Sabang tidak mempunyai
kepastian dan kekuatan hukum.
Disarankan kepada penegak hukum serta aparat pemerintah di Gampong
Iboih, Kota Sabang dapat meningkatkan sosialisasi tentang hukum pertanahan dan
perjanjian. Lalu bagi kalangan masyarakat maupun WNA dan WNI di Gampong
Iboih, Kota Sabang yang telah melakukan perjanjian nominee atau pinjam nama
perlu memikirkannya kembali atas upaya hukum dari perjanjian tersebut.
SUATU TINJUAN HUKUM PERJANJIAN
NOMINEE TERHADAP JUAL BELI TANAH
WARGA NEGARA ASING DI GAMPONG
IBOIH KOTA SABANG
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(vi, 78), pp., tabl., bibl.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK