ISOLASI KAPANG DARI CANGKANG DAN PASIR SARANG TELUR PENYU LEKANG (LEPHIDOCELYS OLIVACEAE) GAGAL MENETAS DI WILAYAH RELOKASI TIM KONSERVASI PENYU AROEN MEUBANJA ACEH JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    KARYA KERJA ILMIAH

ISOLASI KAPANG DARI CANGKANG DAN PASIR SARANG TELUR PENYU LEKANG (LEPHIDOCELYS OLIVACEAE) GAGAL MENETAS DI WILAYAH RELOKASI TIM KONSERVASI PENYU AROEN MEUBANJA ACEH JAYA


Pengarang

WIDYA PUTRI TIVANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

M. Daud AK - 198609112016011101 - Dosen Pembimbing I
Erdiansyah Rahmi - 197405122000031001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1702101010087

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Penerbit

Banda Aceh : Fak. Kedokteran Hewan., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

639.977 92

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyu merupakan salah satu reptil yang dilindungi. Semua spesies penyu terdaftar ke dalam Appendix 1 menurut CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi kapang pada cangkang telur dan pasir sarang telur penyu gagal menetas di Lokasi Relokasi Tim Konservasi Penyu Aroen Meubanja, Aceh Jaya. Kapang ditumbuhkan pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA); diinkubasi pada suhu ruang selama 3-7 hari. Diamati secara makroskopis (Morfologi; warna, dan bentuk koloni) dan secara mikroskopik sesuai dengan metode Thompson. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapang Aspergillus sp., Fusarium sp. dan Pur. lilacinum diisolasi dari 7 sampel cangkang telur penyu gagal menetas (86%) dan 2 sampel pasir sarang telur tersebut (100%). Dapat disimpulkan bahwa kapang dapat diisolasi dari cangkang dan pasir dengan persentase keberhasilan isolasi pada cangkang 86% dan pasir 100%. Jenis kapang yang didapat adalah Aspergillus sp., Fusarium sp. dan Pur. Lilacinum

Kata kunci: Kapang, Konservasi, Pasir sarang, Penyu, Telur penyu

Turtles is one of the protected reptiles. All marine turtle species are listed in appendix 1 CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). The study aims to isolate the mold from the eggshells and nest sand of failed hatching turtle egg in the Aroen Muebanja Turtle Conservation Team Relocation Area. The mold is grown on the SDA media; incubated at room temperature for 3-7 days. Observed macroscopically (Morphology; color and colony shape) and microscopically according to Thompson’s method. Data were analyzed descriptively. The results showed that the Aspergillus sp., Fusarium sp. and Pur. lilacinum isolated from 7 samples of turtle egg shells that failed to hatch (86%) and 2 samples of relocation nest sand that failed to hatch (100%). It can be conclude that the mold can be isolated from eggshell and nest sand with the percentage of successful isolation on shell 86% and sand 100%. The type of mold obtained is Aspergillus sp., Fusarium sp. and Pur. lilacinum. Keywords: Conservation, Mold, Nest sand, Turtle, Turtle egg

Citation



    SERVICES DESK