PENGARUH PAKAN FERMENTASI TEPUNG KIAPU (PISTIA STRATIOTES L) TERHADAP PERUBAHAN PERFORMANS ORGAN PENCERNAAN DAN RETENSI PROTEIN PADA ALPU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PENGARUH PAKAN FERMENTASI TEPUNG KIAPU (PISTIA STRATIOTES L) TERHADAP PERUBAHAN PERFORMANS ORGAN PENCERNAAN DAN RETENSI PROTEIN PADA ALPU


Pengarang

Koji Al Adam S - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1905204010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S2) / PDDIKTI : 54131

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

KOJI AL ADAM S. 1905204010006. Pengaruh Pakan Fermentasi Tepung Kiapu (Pistia stratiotes, L) Terhadap Perubahan Peformans Organ Pencernaan dan Retensi Protein Pada ALPU. MUHAMMAD DAUD dan M. AMAN YAMAN.

RINGKASAN
Penelitian yang terkait dengan peningkatan peformans organ pencernaan dan retensi protein telah dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Peternakan, Universitas Syiah Kuala untuk menghasilkan ayam lokal pedaging unggul (ALPU) yang bertujuan meningkatkan peformans organ pencernaan dan retensi protein. ALPU memiliki keunggulan sebagai ayam lokal pedaging yang memiliki pertumbuhan cepat dan dapat dipanen pada umur 6 minggu dengan nilai jual yang lebih menguntungkan (Yaman, 2013). Saat ini ayam ALPU terus dikembangkan dengan pendekatan meningkatkan peformansnya guna menghasilkan ayam lokal pedaging unggul dengan kemampuan produksi yang optimal. Untuk itu perlu dipelajari lebih lanjut peran mekanisme peformans organ pencernaan dan retensi proteinnya karena komponen utama dalam penyerapan secara maksimal terletak pada organ pencernaan guna memacu produksi ALPU. Penelitian perlukan untuk menentukan strategi lebih lanjut dalam pemanfaatan pakan fermentasi yang menggunakan materi penyusun non-konvensional seperti pada Kiapu (Pistia stratiotes, L) sehingga didapatkan pakan fermentasi yang efektif dan efisien serta mampu meningkatkan peformans organ pencernaan dan retensi protein. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pakan organik berbasis kiapu terhadap perubahan peformans organ pencernaan dan retensi protein pada masa pertumbuhan awal. Penelitian ini bersifat eksperimental yang menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan perlakuan jenis kelamin dan level pemberian pakan fermentasi kiapu. Materi penelitian menggunakan ALPU unsex sebanyak 72 ekor, dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dan perlakuan pakan (P0: kontrol, P1: pakan fermentasi kiapu 20%, P2: pakan fermentasi 30%). Parameter penelitian meliputi: persentase berat usus halus (duodenum, jejunum, ileum), persentase panjang usus halus (duodenum, jejunum, ileum), angka lempeng total (ALT), Histopatologi usus halus (duodenum, jejunum, ileum), dan retensi protein pada ALPU umur 7 minggu. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan pemberian level pakan fermentasi kiapu sebanyak 20-30% dalam pakan komersial tidak memberikan pengaruh nyata terhadap persentase bobot dan panjang usus halus (duodenum, jejunum, ileum) sama dengan kontrol 100% komersial. Pemberian pakan fermentasi kiapu sebanyak 20-30% memberikan efek positif dalam menekan pertumbuhan bakteri E. Coli dan Coliform serta memperbaiki kondisi morfologi usus halus yang dibuktikan dari kondisi villi usus halus dan rataan skor lesio. Substitusi pakan fermentasi kiapu sebanyak 20-30% tidak mempengaruhi retensi protein di otot dada ALPU namun terjadinya perdedaan total retensi protein pada jaringan otot dada jantan dan betina dikarenakan perbedaan sifat dalam kebutuhan asam amino. Disimpulkan hasil penggunaan pakan fermentasi berbasis Kiapu (Pistia stratiotes, L) sangat layak untuk digunakan sebagai pakan ALPU.

KOJI AL ADAM S. 1905204010006. Effect of Kiapu Flour Fermented Diet (Pistia stratiotes, L) on Changes in Digestive Organs Performance and Protein Retention in ALPU. MUHAMMAD DAUD and M. AMAN YAMAN.

SUMMARY
Research related to improving digestive organ performance and protein retention has been carried out at the Animal Husbandry Field Laboratory, Syiah Kuala University to produce superior local broiler chickens (ALPU) which aims to improve digestive organ performance and protein retention. ALPU has the advantage of being a local broiler that has fast growth and can be harvested at the age of 6 weeks with a more profitable selling value (Yaman, 2013). Currently, ALPU chickens continue to be developed with an approach to improve their performance in order to produce superior local broiler chickens with optimal production capabilities. For this reason, it is necessary to study further the role of the mechanism of digestive organ performance and protein retention because the main component in optimal absorption lies in the digestive organs to stimulate the production of ALPU. Research is required to determine further strategies in the use of fermented feed using unconventional constituent materials such as Kiapu (Pistia stratiotes, L) in order to obtain a fermented diet that is effective and efficient and able to improve digestive organ performance and protein retention. This study aimed to examine the effect of feeding organically based Kiapu on changes in digestive organ performance and protein retention during early growth. This research is an experimental study using a factorial completely randomized design (RALF) with treatment of different sex and level of feeding fermented Kiapu. The research material used 72 unsex ALPU, grouped by different sex and feed treatment (P0: control, P1: 20% fermented Kiapu diet, P2: 30% fermented diet). The research parameters included: percentage of small intestine weight (duodenum, jejunum, ileum), percentage of small intestine length (duodenum, jejunum, ileum), angka lempeng total (ALT), small intestine histopathology (duodenum, jejunum, ileum), and protein retention in the intestine. ALPU 7 weeks old. The results showed that the difference in the level of fermented Kiapu diet as much as 20-30% in commercial feed did not have a significant effect on the percentage of weight and length of the small intestine (duodenum, jejunum, ileum) the same as the commercial 100% control. Feeding Kiapu fermented diet as much as 20-30% resulted a positive effect in suppressing the growth of E. Coli and Coliform bacteria and improving the morphology of the small intestine as evidenced by the condition of the villi of the small intestine and the average lesion score. The substitution of Kiapu fermented diet as much as 20-30% did not affect protein retention in the ALPU breast muscle but the difference in total protein retention in male and female breast muscle tissue was due to differences in the nature of amino acid requirements. The use of fermented diet Kiapu (Pistia stratiotes, L) was feasible to be used as an ALPU diet.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK