KOMUNIKASI KEBIJAKAN DINAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH ACEH SINGKIL DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA BANJIR DI KABUPATEN ACEH SINGKIL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

KOMUNIKASI KEBIJAKAN DINAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH ACEH SINGKIL DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA BANJIR DI KABUPATEN ACEH SINGKIL


Pengarang

ARIE MAWARDI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1610102010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Penelitian ini berjudul Komunikasi Kebijakan Dinas Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Aceh Singkil Dalam Pengurangan Risiko Bencana Banjir Di
Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini berjudul “Komunikasi Kebijakan Dinas
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Singkil Dalam Pengurangan Risiko
Bencana Banjir Di Kabupaten Aceh Singkil”. Penelitian ini dilaksanakan di
Kabupaten Aceh Singkil, karena Aceh Singkil merupakan salah satu Kabupaten di
Provinsi Aceh yang memiliki potensi cukup tinggi terjadinya banjir setiap tahunnya.
Sehingga perlu diadakannya penelitian terhadap pihak BPBD sebagai Badan yang
berfokus terhadap penanggulangan kebencanaan. Fokus dari kebijakan yang dipilih
dari BPBD ialah kebijakan kontijensi. Teori yang digunakan adalah Teori Merilee S.
Grinde. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif
dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu teknik wawancara dan dokumentasi. Subjek informan dalam
penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive dengan informan berjumlah 5
orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melakukan penanggulangan
risiko bencana banjir, BPBD Aceh Singkil telah membuat beberapa kebijakan, salah
satunya ialah kebijakan kontijensi, yaitu kebijakan perencanaan kedepan dalam
keadaan tidak menentu dimana seluruh teknis dan tujuan disetujui bersama. Dalam
mengkomunikasikan kebijakan tersebut kepada seluruh masyarakat, pihak BPBD
menggunakan beberapa langkah, diantaranya ialah sosialisasi ke masyarakat,
kerjasama dengan media, koordinasi dengan instansi, penyuluhan ke sekolah-sekolah
dan memanfaatkan media sosial sebagai bahan publikasi. Langkah-langkah tersebut
dilaksanakan menggunakan sistem komando dimana dalam hal ini yang menjadi
komando tertinggi adalah Bupati dan pihak BPBD sebagai pelaksananya.
Kesimpulannya dalam hal ini BPBD sebagai aktor utama penyelenggara kegiatan
pengurangan risiko bencana banjir, harus menjalankan komunikasi serta melakukan
evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan yang ada agar kedepannya lebih efektif dalam
menerapkan kebijakan yang direncanakan.

Kata Kunci: Komunikasi Kebijakan, Banjir, BPBD.


ABSTRACT

This research is entitled Policy Communication of the Aceh Singkil Regional
Disaster Management Agency in Reducing the Risk of Flood Disaster in Aceh
Singkil Regency. This research is entitled "Policy Communication of the Aceh
Singkil Regional Disaster Management Agency in Reducing Flood Disaster Risk in
Aceh Singkil Regency". This research was conducted in Aceh Singkil Regency,
because Aceh Singkil is one of the regencies in Aceh Province which has a fairly high
potential for flooding every year. So it is necessary to conduct research on the BPBD
as a Agency that focuses on disaster management. The focus of the policies selected
from BPBD is the contingency policy. The theory used is the theory of Merilee S.
Grinde. The approach used in this research is a qualitative approach with a
descriptive method. Data collection techniques used in this study are interview and
documentation techniques. The informant subject in this study used a purposive
sampling technique with 5 informants. The results of this study indicate that in
carrying out flood risk management, BPBD Aceh Singkil has made several policies,
one of which is a contingency policy, namely future planning policies in uncertain
conditions where all technical and goals are mutually agreed. In communicating the
policy to the entire community, the BPBD uses several steps, including socialization
to the community, collaboration with the media, coordination with agencies,
counseling to schools and utilizing social media as publication material. These steps
are carried out using a command system where in this case the highest command is
the Regent and the BPBD as the executor. In conclusion, in this case BPBD as the
main actor organizing flood risk reduction activities, must carry out communication
and evaluate existing policies so that in the future they are more effective in
implementing the planned policies.
Keywords: Policy Communication, Flood, BPBD.






Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK