ANALISIS PERILAKU BANJIR BANDANG AKIBAT KERUNTUHAN BENDUNGAN ALAM DI DESA BEUREUNEUT KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS PERILAKU BANJIR BANDANG AKIBAT KERUNTUHAN BENDUNGAN ALAM DI DESA BEUREUNEUT KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Vina Listia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200060047

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pascasarjana., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ANALISIS PERILAKU BANJIR BANDANG AKIBAT KERUNTUHAN BENDUNGAN ALAM DI DESA BEUREUNEUT KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR

Vina Listia
1209200060047



Banjir bandang merupakan bencana alam banjir yang terjadi secara cepat dengan volume air yang besar. Banjir juga mengangkut material halus berupa lanau atau lempung serta material kasar berupa pasir, kerikil, kerakal, bongkah batu dan batang-batang kayu pepohonan yang tumbang dan ikut terbawa arus. Material tebing sungai yang longsor dan jatuh dialur sungai dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan terbentuknya bendungan alam. Pada tanggal 2 Januari 2013 terjadi bencana banjir bandang di DAS Krueng Teungku di Desa Beureuneut Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis perilaku banjir bandang akibat keruntuhan bendungan alam dengan mensimulasi permodelan keruntuhan dari pendekatan observasi lapangan, data sekunder, studi literatur, dan asumsi. Metodologi penelitian meliputi analisis hidrologi yaitu menentukan curah hujan harian, menganalisis debit puncak banjir diperoleh dari hujan jam-jaman. Besarnya debit dan waktu tercapainya puncak debit unit hidrograf digunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik SCS (Soil Conservation Service) dengan debit 2 Januari 2013 sebesar 335,73 m3/dt. Analisis hidraulika dilakukan terhadap geometrik sungai, bendungan alam dengan pendekatan topografi dan mengestimasi koefisien kekasaran manning. Simulasi permodelan banjir bandang akibat keruntuhan bendungan alam ini di analisis dengan software HEC-RAS yang diakibatkan oleh overtopping dan piping. Analisis keruntuhan bendungan akibat overtopping dan piping menghasilkan validasi bahwa kejadian bencana di Krueng Teungku diakibatkan keruntuhan bendungan alam akibat piping. Dari hasil simulasi diperoleh panjang sungai dari bendungan alam ke hilir adalah 6,720 km dengan waktu tiba banjir dari hulu kehilir adalah sebesar 1,104 jam.

Kata kunci: banjir bandang, simulasi, bendungan alam, overtopping, piping


FLASH FLOOD CHARACTERISTICS ANALYSIS DUE TO EARTH DAM FAILURE IN BEUREUNEUT VILLAGE SEULIMEUM OF ACEH BESAR DISTRICT

Vina Listia
1209200060047



A flash flood is a kind of flood disaster which may happen suddenly and carries a massive amount of water. Moreover, soft materials such as silt and clay or hard materials like sand, gravel, stone, wood log are transported along the river stream. Furthermore, an earth dam can be constructed while a huge amount of these kind of materials are trapped along the river bed. On 2nd January 2013, flash flood disaster was happened in Krueng Teungku River Beureuneut Village, Seulimeum of Aceh Besar District. The main objectives of this research are to analyze flash flood characteristic due to earth dam failure with failure modeling simulation of site observation approach, secondary data, study literature and some assumptions. The research methodologies including hydrology analysis which are an estimation of daily rainfall, and peak flood debit analysis from hour rain data. Soil conservation service (SCS) was used to determine the debit and time of peak hydrograph unit debit. The debit value of 2nd January 2013 was 335,73 m3/s. Moreover, hydraulic analysis was used for river geometries, topography approach earth dam, and Manning coefficient estimation. HEC-RAS software was employed for flash flood earth dam failure modeling of overtopping and piping failure. The analyses result shows that piping failure occurred at that failure time. From simulation it can be shown of river from an earth dam to downstream is 6,720 km with flood arrival time from upstream to downstream is 1,104 hour.

Keywords: flash flood, simulation, earth dam, overtopping, piping

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK