FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN VAKSINASI COVID-19 DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN VAKSINASI COVID-19 DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Sri Wahyuni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1712101010038

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

614.47

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Wabah penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi global akibat penyebarannya yang sangat cepat di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Pengembangan vaksin COVID-19 menjadi upaya besar dalam memerangi pandemi COVID-19. Provinsi Aceh menjadi provinsi yang paling rendah tingkat penerimaan vaksin COVID-19 dari semua provinsi di Indonesia. Vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/ penularan COVID-19 dan mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksinasi COVID-19 di Kecamatan Kuta Alam kota Banda Aceh 2021. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesma Kuta Alam yaitu sebanyak 109 orang. Teknik pengumpulan sampel adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner menggunakan 3 poin skala Likert berjumlah 30 pertanyaan. Analisa data menggunakan univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 5 faktor penerimaan vaksinasi (akses, keterjangkauan, kesadaran, penerimaan, dan aktivasi) faktor yang paling berpengaruh adalah faktor kesadaran (70,6%), keterjangkauan (68,8%) dan penerimaan (64,2%) serta faktor yang kurang berpengaruh yaitu faktor aktivasi (57,8%) dan akses (51,4%). Hal ini mengindikasikan bahwa promosi kesehatan dan edukasi terhadap masyarakat perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi banyaknya berita hoax yang beredar dimasyarakat sehingga masyarakat memiliki stigma negatif tentang vaksin COVID-19.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK