//

PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI KOTA SABANG DENGAN MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang MUHAMMAD HENDRIK FRIASAYANI - Personal Name

Abstrak/Catatan

Dinas Pariwisata Kota Sabang pada tahun 2021 ini telah merencanakan pengembangan 5 objek wisata di wilayah administrasinya. Rencana pengembangan tersebut, pada tahun 2022 tidak dapat ditingkatkan semua, karena anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Pariwisata Kota Sabang setiap tahunnya terbatas. Selain itu, keterbatasan anggaran dalam 2 tahun terakhir ini disebabkan oleh adanya refocusing anggaran untuk penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Indonesia. Oleh karena itu 5 objek wisata yang diusulkan, perlu ditentukan skala prioritas guna melihat objek wisata mana yang paling penting dikembangkan demi kepentingan publik untuk tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria yang dominan perlu dipertimbangkan dalam pengembangan objek wisata di Kota Sabang dan menganalisis urutan prioritas pengembangan objek wisata di Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif melalui kuesioner. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan pertimbangan yang didasarkan pada pihak stakeholders bidang pembangunan. Responden ditetapkan sebanyak 7 stakeholders yaitu Asisten Sekretaris Daerah Kota Sabang, Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Sabang, Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian Sumber Daya Alam Infrastruktur dan Pengembangan Kawasan Bappeda Kota Sabang, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Sabang, Anggota Komisi IV Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, Tour and Travel Gadeng Wisata, dan Pengusaha Hotel Freddies. Kriteria yang ditinjau adalah atraksi, aksesibilitas, amenitas (fasilitas umum, infrastruktur, dan akomodasi), paket wisata, dan keramahtamahan. Alternatif yang ditinjau adalah Air Terjun Pria Laot, Danau Aneuk Laot, Gunung Berapi Jaboi, Kolam Air Panas Jaboi, dan Bunker Jepang Cot Ba’u. Teknik analisis data digunakan AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang dominan perlu dipertimbangkan dalam pengembangan objek wisata adalah kriteria atraksi. Urutan prioritas pengembangan objek wisata adalah Danau Aneuk Laot, Bunker Jepang Cot Ba’u, Air Terjun Pria Laot, Kolam Air Panas Jaboi, dan Gunung Berapi Jaboi.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

STUDI PENENTUAN RUTE PERJALANAN WISATA KOTA BANDA ACEH (KHAIRUL, 2017)

KAJIAN PRIORITAS PENGEMBANGAN DAERAH LAYANAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) KABUPATEN PIDIE (Sri Hartati, 2015)

PENENTUAN PRIORITAS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA DI PULAU WEH-ACEH DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOCATION QUOTIENT (LQ) DAN ANALISIS NETWORK PROSES (ANP) (Herry Akbar, 2016)

STRATEGI PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX (STUDI KASUS DESA JABOI SABANG) (Muhajiburrahman, 2018)

PENILAIAN EKONOMI MENGGUNAKAN METODE TRAVEL COST OBJEK WISATA BAHARI KOTA SABANG (IVAN MIRZA, 2021)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy