//

FORMULASI SEDIAAN GEL AROMATERAPI PENGHARUM RUANGAN DARI MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (CANANGA ODORATA) DENGAN MINYAK NILAM SEBAGAI FIKSATIF

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang TRI DASA SEPTIA NINGSIH - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Formulasi gel aromaterapi pengharum ruangan dari minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) dengan minyak nilam sebagai fiksatif telah dilakukan. Minyak kenanga merupakan aromaterapi yang memiliki aroma yang khas dan mempunyai efek relaksasi, meredakan ketegangan, stress, antidepresi, efek sedatif dan mengurangi symtomp PMS (Premenstrual Syndrome). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga yang paling disukai sebagai pewangi, mengetahui pengaruh penambahan minyak nilam sebagai fiksatif, serta menentukan stabilitas dari sediaan gel aromaterapi pengharum ruangan. Terdapat 4 formula pada penelitian ini yaitu K1.T (Minyak kenanga 2%), K1.N (minyak kenanga 2%, minyak nilam 1%), K2.T (Minyak kenanga 4%) dan K2.N (minyak kenanga 4%, minyak nilam 1%). Basis gel yang digunakan adalah basis kombinasi Gelatin (15%) dan HPMC (1%). Evaluasi sediaan dilakukan terhadap parameter organoleptis, sineresis gel, penguapan zat cair dan hedonik (kesukaan). Hasil pengamatan organoleptis menghasilkan gel aromaterapi pengharum ruangan berwarna kuning, berbau khas minyak kenanga dan minyak nilam, serta tekstur yang elastis, kenyal dan tidak mudah hancur. Hasil uji sineresis menunjukkan bahwa keempat formula memiliki nilai sineresis dibawah produk komersil yaitu 12,255 ± 0,211%. Hasil uji penguapan zat cair menunjukkan bahwa total penguapan zat cair terkecil terdapat pada formula K2.N yaitu 57,91±0,033%, dan total penguapan zat cair yang terbesar terdapat pada formula K1.T yaitu 61,758±0,243%. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa sediaan yang disukai yaitu pada formula K2.T yaitu sediaan tanpa penambahan minyak nilam, baik dari segi aroma maupun warna. Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri bunga kenanga dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel aromaterapi pengharum ruangan dan stabil pada suhu ruang. Kata kunci: gel aromaterapi, bunga kenanga, minyak atsiri, basis gelatin dan HPMC, minyak nilam.   ABSTRACT The air freshener aromatherapy gel formulation from Cananga oil (Cananga odorata) with patchouli oil as fixative has been done. Cananga oil is aromatherapy with distinctive aroma that has relaxing effect, relieves tension, stress, antidepressants, sedative effects, and reduces PMS (Premenstrual Syndrome) symptoms. This study aims to formulate air freshener aromatherapy gel, determine concentration of Cananga flower essential oil which is most preferred as a fragrance, determine the effect of adding patchouli oil as fixative, and determine the stability of air freshener aromatherapy gel. There are 4 formulas in this study, those are K1.T (2% cananga oil), K1.N (2% cananga oil, 1% patchouli oil), K2.T (4% cananga oil) and K2.N (4% cananga oil, 1% patchouli oil). The gel has used combination of Gelatin (15%) and HPMC (1%) as gel base. Organoleptic, gel syneresis, liquid evaporation, and hedonic were evaluated as quality parameters of air freshener aromatherapy gel. The evaluation results of organoleptic showed that gel was yellow, had distinctive smell of Cananga oil and patchouli oil, the texture was elastic, supple, and not easily broken. The syneresis test results showed that four formulas have syneresis value below commercial product, which was 12.255 ± 0.211%. The results of liquid evaporation test showed that the smallest total liquid evaporation was found in K2.N, which was 57.91 ± 0.033%, and the largest total liquid evaporation was found in K1.T, which was 61.758 ± 0.243%. The results of hedonic test showed that the most preferred gel was K2.T, which was formula without patchouli oil in it, both in terms of aroma and color. Based on results of the evaluation, it can be concluded that Cananga flower essential oil can be formulated into an air freshener aromatherapy gel and stable at room temperature. Keyword : aromatherapy gels, cananga flower, essential oils, gelatin and HPMC, patchouli oil.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

AKTIVITAS PARFUM KOMBINASI MINYAK ATSIRI SEBAGAI ANTIBAKTERIAL (AZALIA IZDHIHAR A, 2017)

UJI ANTIBAKTERIAL KOMBINASI MINYAK ATSIRI BUNGA CEMPAKA PUTIH (MAGNOLIA ALBA), KENANGAN (CANANGA ODORATA) DAN MELATI (JASMINUM SAMBAC) SEBAGAI PARFUME (FIRMAN SYAHPUTRA, 2017)

PENGARUH JENIS BUNGA DAN WAKTU PEMETIKAN TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (CANANGA ODORATA) (RULITA MAULIDYA, 2015)

KARAKTERISTIK MUTU, ORGANOLEPTIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN PADAT TRANSPARAN DENGAN PENAMBAHAN MINYAK KENANGA (CANANGA ODORATA) SERTA ANALISIS KELAYAKAN USAHANYA (RULITA MAULIDYA, 2020)

FORMULASI SABUN PADAT TRANSPARAN DARI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SUKROSA (Nakri Lestari, 2020)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy