//

ANALISIS PERAN BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA ACEH DALAM PELESTARIAN SITUS BERSEJARAH DI KABUPATEN ACEH BESAR

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang RAHMANIAR - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Pasal 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pelestarian Cagar Budaya disebutkan bahwa Balai Pelestarian Cagar Budaya bertugas melaksanakan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs bersejarah di wilayah kerjanya. Usaha tersebut merupakan suatu upaya pelestarian situs bersejarah. Dalam kenyataannya peran BPCB Aceh dalam melestarikan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar belum maksimal, dikarenakan masih banyak situs bersejarah yang rusak dan terbengkalai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BPCB Aceh dalam pelestarian situs bersejarah serta mengetahui hambatan yang dihadapi BPCB Aceh dalam melestarikan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan teori peran dan pelestarian. Pendekatan yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPCB Aceh belum maksimal melakukan pelestarian situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar diantaranya dalam hal penyelamatan dan pengamanan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, BPCB Aceh hanya menyelamatkan dan mengamankan situs bersejarah yang dinilai penting dan memiliki nilai sejarah tinggi. Untuk pemeliharaan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, BPCB Aceh memelihara sebanyak 14 situs yang berstatus cagar budaya. Dalam hal pemanfataan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, BPCB Aceh memanfaatkannya sebagai sarana pendidikan, dengan membuat konten komik "Jalur Rempah Bandar Aceh Darussalam". Adapun hambatan yang dihadapi BPCB Aceh adalah: kurangnya SDM, anggaran yang terbatas, bencana alam, kurangnya kesadaran masyarakat dalam upaya pelestarian situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, serta kurangnya kerjasama BPCB Aceh dengan LSM. Diharapkan BPCB Aceh agar meningkatkan kerjasama dengan LSM serta Dinas terkait pelestarian situs bersejarah, serta menambah sarana dan prasarana bagi Juru Pelihara dalam melaksanakan tugasnya. Kata Kunci: Peran, Pelestarian Situs Bersejarah, BPCB Aceh

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERAN BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA (BPCB) ACEH DALAM PELESTARIAN SITUS-SITUS BERSEJARAH DI KOTA BANDA ACEH (1990-2015) (Oga Umar Dhani, 2017)

KEWENANGAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM PELESTARIAN MAKAM YANG TELAH DITETAPKAN SEBAGAI CAGAR BUDAYA (Fajar Qadri, 2020)

PERLINDUNGAN LOKASI YANG DIDUGA SITUS CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH (SUATU PENELITIAN PADA PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAAN AIR LIMBAH (IPAL) DI GAMPONG JAWA ) (DESFA MEUTIA LESTARI, 2018)

PEMUKIMAN MILITER PENINGGALAN BELANDA DI BANDA ACEH (KAJIAN KOMPARASI PERKEMBANGAN PEMUKIMAN MILITER DI NEUSU JAYA DAN KUTA ALAM, 1900-2015) (Maisal Gusri Daulay, 2017)

STUDI KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI DALAM KAWASAN PENGEMBANGAN PELABUHAN BEBAS SABANG (Albina A. Rahman, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy