PENILAIAN KUALITAS TANAH KEBUN KAKAO RAKYAT DENGAN KRITERIA MINIMUM DATA SET (MDS) DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRODUKSI KAKAO DI KABUPATEN PIDIE JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PENILAIAN KUALITAS TANAH KEBUN KAKAO RAKYAT DENGAN KRITERIA MINIMUM DATA SET (MDS) DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRODUKSI KAKAO DI KABUPATEN PIDIE JAYA


Pengarang

Ayu Azzuhra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1605108010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Penilaian kualitas tanah kebun kakao rakyat dengan kriteria minimum data set (mds) dan hubungannya dengan produksi kakao di kabupaten pidie jaya

Provinsi Aceh secara agroekosistem berpotensi besar dalam pengembangan kakao. Wilayah sentra produksi kakao Aceh terdapat di Kabupaten Aceh Tenggara, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Kabupaten Pidie Jaya pada tahun 2017 menunjukan, areal tanaman kakao di Kabupaten Pidie Jaya seluas 13.404 ha dengan produksi 4.349 ton per tahun. Kualitas tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan kakao, apabila suatu kondisi tanah yang memiliki kualitas baik maka pertumbuhan tanaman kakao menjadi lebih subur sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao. Mengetahui kualitas tanah kebun kakao rakyat di Kabupaten Pidie Jaya dengan menghitung nilai soil quality rating (SQR). Dan mengetahui hubungan antara kualitas tanah dan produksi kakao rakyat di Kabupaten Pidie Jaya.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel tanah utuh dan tanah tidak utuh, data primer meliputi data lapangan dan data produksi selanjutnya dilakukan analisis tanah dan analisis data, Sifat-sifat fisika tanah (ER), sifat-sifat kimia tanah (TP), dan sifat-sifat biologi tanah (OM), lalu disesuaikan dengan faktor pembatas dan bobot relatif, maka diperoleh hasil kualitas tanah. Kualitas tanah ditentukan dengan menghitung nilai Soil Quality Rating (SQR), yaitu kelas kualitas tanah yang dihitung berdasarkan penjumlahan bobot nilai tiap indikator kualitas tanah (Lal, 1994). Berdasarkan hasil penjumlahan bobot nilai tiap indikator kualitas tanah, lalu dibandingkan dengan standar kualitas tanah yang disusun Lal (1994) maka diperoleh kualitas tanah.
Kualitas tanah kebun kakao rakyat dari kedelapan satuan lahan yang ada di 4 Kecamatan di Pidie Jaya termasuk kedalam kriteria kualitas tanah sedang, buruk dan sangat buruk dan produksi kakao rakyat dalam kategori rendah yaitu 3,7 - 11,2 ton ha-1.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK