//

GAMBARAN DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINFEKSIKAN TRYPANOSOMA EVANSI DAN DIBERI EKSTRAK ETANOL DAUN MALAKA(PHYLLANTHUS EMBLICA)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang DINA MAULIDYA SIREGAR - Personal Name

Abstrak/Catatan

Trypanosomiasis adalah penyakit parasit yang menular pada hewan yang disebabkan oleh protozoa darah Trypanosoma evansi. Penyakit ini biasanya diobati dengan obat-obatan kimia, tetapi beberapa ahli menyatakan adanya resistensi terhadap strain Trypanosoma. Maka dari itu dicoba dengan menggunakan obat dari tanaman daun malaka (Phyllanthus emblica) yang dipercaya dapat mengatasi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinfeksikan Trypanosoma evansi dan diberi ekstrak etanol daun malaka (Phyllanthus emblica). Hewan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 ekor tikus jantan. Semua tikus dibagi secara acak ke dalam 5 kelompok perlakuan, setiap kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Kelompok kontrol negatif (K0) tanpa infeksi T.evansi dan tanpa ekstrak etanol daun malaka, kelompok kontrol positif (K1) diinfeksikan T.evansi tanpa pemberian ekstrak etanol daun malaka, kelompok perlakuan K2, K3, K4 diinfeksikan T.evansi dan diberi ekstrak etanol daun malaka dengan dosis berturut 300mg/kgBB, 600mg/kgBB, dan 900mg/kgBB. Ekstrak diberikan secara oral selama 3 hari berturut-turut. Pada hari keempat, dilakukan pengambilan darah pada semua kelompok melalui vena orbitalis dengan pipet hematokrit setelah disedasi dengan 0,2 ml Ketamin. Kemudian nilai eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit dihitung dengan metode pemeriksaan hematologi menggunakan hematology analyzer. Rata-rata (±SD) nilai eritrosit (106/µl) berturut-turut adalah 7,66±0,10; 2,65±0,24; 4,56±0,91; 6,58±0,10; 5,86±0,27; hemoglobin (g/dl) berturut-turut adalah 13,64±0,26; 4,67±0,13; 8,38±0,72; 11,25±0,58; 9,55±0,56, hematokrit (%) berturut-turut adalah 40,97±0,67; 28,27±0,76; 30,44±0,48; 37,70±0,40; 34,06±0,17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun malaka pada dosis 600mg/kgBB berpengaruh nyata dalam menjaga nilai dari eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit tikus putih yang telah diinfeksi dengan Trypanosoma evansi.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

UJI AKTIVITAS EKTSRAK ETANOL SAUN MALAKA (PHYLLANTHUS EMBLICA) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) (RANI OKTARI, 2020)

PROFIL DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINFEKSIKAN TRYPANOSOMA EVANSI (Hasri Afandi, 2017)

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BATANG JALOH (SALIX TETRASPERMA ROXB) TERHADAP GAMBARAN DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINFEKSI TRYPANOSOMA EVANSI (afira rafina, 2015)

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN MIMBA (AZADIRACHTA INDICA) TERHADAP PROFIL DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN YANG DIINFEKSIKAN TRYPANOSOMA EVANSI ISOLAT KRUENG RAYA (Atika Agusty, 2016)

PENGARUH PEMBERIAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN MALAKA (PHYLLANTHUS EMBLICA) TERHADAP KETEBALAN EPIDERMIS KULIT TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR (ANISA MEISTIAWARNI, 2021)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy