//

PENGARUH PEMBERIAN DIET RENDAH KARBOHIDRAT TINGGI LEMAK TERHADAP DERAJAT PPOK BERDASARKAN GOLD PADA PASIEN PPOK DI RAWAT INAP RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rubia Sari - Personal Name

Abstrak/Catatan

PENGARUH PEMBERIAN DIET RENDAH KARBOHIDRAT TINGGI LEMAK TERHADAP DERAJAT PPOK BERDASARKAN GOLD PADA PASIEN PPOK DI RAWAT INAP RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Rubia Sari1 Mulyadi2 Nurrahmah Yusuf1 Dewi Behtri Yanifitri1 Iflan Nauval3 Teuku Zulfikar1 Herry Priyanto1 Novita Andayani1 1Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, RSUD dr.Zainoel Abidin Banda Aceh, 2Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya 5Bagian Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, RSUD dr.Zainoel Abidin Banda Aceh, Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara dan respon inflamasi kronis pada saluran napas. Sesak napas menjadi keluhan utama pada pasien PPOK. Dukungan nutrisi pada PPOK bertujuan untuk memperbaiki malnutrisi, mempertahankan fungsi respirasi, mengurangi masa rawat rumah sakit, serta meningkatkan kualitas hidup. Pemberian tambahan energi pada pasien PPOK harus disesuaikan dengan keadaan pasien, bila berlebihan terutama penambahan energi yang diperoleh dari karbohidrat akan meningkatkan kadar CO2. Metode: Ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan metode pre test dan post test one group terhadap 30 pasien PPOK yang di rawat di ruang safa RSUDZA dari bulan September 2019 sampai dengan Februari 2020. Sampel diambil secara totaling sampling, pasien mendapatkan intervensi pemberian diet rendah karbohidrat tinggi selama 1 minggu. Derajat PPOK berdasarkan GOLD dinilai dengan spirometri yaitu nilai VEP1 dan KVP dan dikonfirmasikan dengan Pneumobile Project Indonesia. Dilakukan analisa data menggunakan uji Wilcoxon, nilai signifikansi (p≤0,05), confidence interval 95% dengan α = 0,00. Hasil: Adanya perubahan derajat PPOK secara bermakna pada sampel setelah pemberian diet rendah karbohidrat tinggi lemak (p 0,000), confidence interval 95%. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian diet rendah karbohidrat tinggi lemak pada pasien PPOK secara bermakna terhadap derajat PPOK. Kata kunci: PPOK, VEP1, KVP, Rendah Karbohidrat Tinggi Lemak, derajat PPOK. Abstract Introduction: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic disease characterized by limited airflow and a chronic inflammatory response to the airways. Shortness of breath is the main complaint in COPD patients. Nutritional support in COPD aims to improve malnutrition, maintain respiratory function, reduce hospital stay, and improve quality of life. Giving additional energy to COPD patients must be adjusted to the patient's condition, if excessive, especially the increase in energy obtained from carbohydrates will increase CO2 levels. Methods: This is a pre-experimental study with one group pre-test and post-test methods of 30 COPD patients who were treated in the SAFA room at RSUDZA from September 2019 to February 2020. The sample was taken by totaling sampling, the patient received an intervention giving a low carbohydrate diet. height for 1 week. The degree of COPD based on GOLD was assessed by spirometry, namely the VEP1 and KVP values and confirmed by the Indonesian Pneumobile Project. Data were analyzed using the Wilcoxon test, significance value (p ≤ 0.05), confidence interval 95% with α = 0.00. Results: There was a significant change in the degree of COPD in the sample after giving a low carbohydrate high-fat diet (p 0.000), confidence interval 95%. Conclusion: There is a significant effect of giving a low carbohydrate and high fat diet in COPD patients on the degree of COPD. Key words: COPD, VEP1, KVP, Low Carbohydrate High Fat, degree of COPD.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS EKSASERBASI AKUT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL RNABIDIN BANDA ACEH PERIODERN JULI-SEPTEMBER 2014 (Dwinka Syafira Eljatin, 2014)

PENYEBAB LAMA RAWAT INAP PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK DI SMF PULMONOLOGI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH PERIODE JUNI - DESEMBER 2011 (Winda Madarahmi, 2014)

GAMBARAN LAMA RAWAT INAP DAN USIA PADA RNPENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIFRNKRONIK EKSASERBASI AKUT DENGANRNPNEUMONIA DI RUANG RAWAT INAPRNPARU RSUDZA BANDA ACEHRNTAHUN 2009-2011 (YURIZNA ALMIRA NST, 2015)

HUBUNGAN GAMBARAN SPIROMETRI DAN SKOR COPD ASSESSMENT TEST (CAT) PADA PASIEN PPOK DI POLIKLINIK PARU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH PERIODE JULI-OKTOBER 2014 (Nurul Apla Wizaya Syahputri, 2015)

HUBUNGAN LAMA PERAWATAN PASIEN PPOK TERHADAP PERBAIKAN FUNGSI PARU DI RUANG RAWAT INAP PARU RSUDZA BANDA ACEH (Evans Rizqan Hendrawan, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy