STRATEGI PEMBAGIAN WAKTU BELAJAR PADA MAHASISWI YANG TELAH BEKELUARGA (SUATU PENELITIAN PADA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

STRATEGI PEMBAGIAN WAKTU BELAJAR PADA MAHASISWI YANG TELAH BEKELUARGA (SUATU PENELITIAN PADA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA)


Pengarang

Juliana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0061432940

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Strategi pembagian waktu belajar sangat perlu dilakukan oleh setiap mahasiswa, terutama bagi mareka yang sudah berkeluarga. Hal ini bertujuan agar kegiatan kuliah dapat berjaJan dengan lancar dan mareka dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mahasiswi FKIP Unsyiah yang telah berkeluarga melakukan strategi pembagian waktu belajar sebagai ibu, mahasiswa dan masyarakat, hambatan yang mareka hadapi dalam melaksanakan strategi pembagian waktu belajar, dan cara yang mareka gunakan untuk menghadapi hambatan tersebut.Jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 59 orang mahasiswi yang diambil secara random dari 14 program studi di FKIP Unsyiah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengedarkan angket kepada responden. Selanjutnya data dianaJisis secara deskriptif dengan peralatan stastistik persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebahagian mahasiswi FKIP Unsyiah yang sudah berkeluarga tidak mampu membagi waktu dalam belajar. Hal ini disebabkan karena jumlah mata kuliah yang diambil tidak didukung dengan kegiatan belajar struktur dan belajar mandiri. Hambatan yang dihadapi oleh mahasiswi dalam pelaksanaan strategi pembagian waktu belajar bersumber dari faktor keluarga, faktor lingkungan dan faktor mahasiswi itu sendiri. Faktor keluarga bersumber dari suami dan anak. Faktor lingkungan meliputi kondisi tempat tinggal yang sempit dan kebisingan. Selanjutnya faktor yang berasal dari diri mahasiswi itu sendiri yaitu dari segi fisik maupun psikis. Untuk mengatasi hambatan tersebut ada beberapa upaya yang dilakukan mahasiswi seperti meminta bimbingan konselor, meminta dukungan suami, membuat metode belajar yang efektif dan memanfaatkan waktu senggang. Dari keempat upaya tersebut sebahagian besar responden memilih meminta dukungan suami dan membuat metode belajar yang efektif.










Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK