PERMASALAHAN PENDIDIKAN SMA DAN ALTERNATIF PENYELESAIANNYA MENURUT PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DI PULAU NASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PERMASALAHAN PENDIDIKAN SMA DAN ALTERNATIF PENYELESAIANNYA MENURUT PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DI PULAU NASI


Pengarang

Helida Gusti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0906103080027

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata Kunci: permasalahan pendidikan, alternatif penyelesaian, pulau nasi, pemangku kepentingan.

Telah dilakukan penelitian yang berjudul " Permasalahan Pendidikan SMA dan Alternatif Penyelesaiannya Menurut Para Pemangku Kepentingan di Pulau Nasi". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan guru, siswa, masyarakat dan dinas pendidikan tentang permasalahan pendidikan di Pulau Nasi dan alternatif penyelesaiannya. Ada 1O orang guru SMA Negeri 1 Pulo Aceh yang menjadi responden dalam penelitian ini, untuk siswa dipilih 20 orang dan untuk masyarakat dipilih perwakilan masyarakat yang berjumlah 25 orang. Perolehan cara terbaik dalam menyelesaian masalah pendidikan di Pulau Nasi diperoleh melalui FGD bersama seluruh lapisan masyarakat Pulau Nasi. Data yang diperoleh dari hasil wawancara, instrumen (angket) dan FGD yang telah dilakukan diolah menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beberapa masalah pendidikan di Pulau Nasi diantaranya : nilai rata-rata item pada pemantauan delapan standar pendidikan adalah C yang bermakna "cukup", 60% guru yang mengajar di Pulau Nasi berdomisili di Banda Aceh, 55% guru mengakui bahwa "Tidak" semua materi dapat disampaikan selama satu semester, I00% siswa menyatakan "Tidak" setiap hari guru hadir dalam mengajar,100% masyarakat tetap memilih menyekolahkan anaknya di Pulo Aceh karena tidak marnpu menyekolahkan anaknya ke tempat lain. Altematif penyelesaian yang dirasa masyarakat paling tepat untuk mengatasi permasalahan ini adalah hendaknya Dinas Pendidikan dapat bersikap lebih serius dan tegas dalam menetapkan aturan/hukuman kepada para guru yang melanggar peraturan.



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK