//

JARIMAH PELECEHAN SEKSUAL YANG DILAKUKAN OLEH GURU NGAJI TERHADAP ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KABUPATEN ACEH BARAT)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang CUT VARA THIFAL - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK CUT VARA THIFAL, 2021 JARIMAH PELECEHAN SEKSUAL YANG DI- LAKUKAN OLEH GURU NGAJI TERHADAP ANAK (Suatu Penelitian di Wilayah Kabupaten Aceh Barat) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (vi, 62) pp.,bibl.,tabl Dr. Rizanizarli, S.H., M.H. Pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak diatur dalam Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat: “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Pelecehan Seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 terhadap anak, diancam dengan `Uqubat Ta`zir cambuk paling banyak 90 (sembilan puluh) kali atau denda paling banyak 900 (sembilan ratus) gram emas murni atau penjara paling lama 90 (sembilan puluh) bulan”. Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan sanksi yang diterapkan kepada pelaku jarimah pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru ngaji terhadap anak, untuk menjelaskan perlindungan hukum terhadap korban jarimah pelecehan seksual dan untuk menjelaskan upaya dan hambatan dalam penanggulangan jarimah pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru ngaji terhadap anak. Metode penelitian dalam penulisan skripsi ini memakai metode yuridis empiris, di mana data primer diperoleh dari wawancara yang dilakukan dengan sejumlah responden dan informan. Data sekunder didapatkan dengan cara membaca dan menganalisis peraturan perundang-undangan, buku-buku, artikel dan bahan lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menjelaskan bahwa sanksi yang didapatkan oleh pelaku yaitu `Uqubat Ta`zir berupa `Uqubat penjara selama 60 (enam puluh) bulan. Perlindungan hukum yang diperoleh korban pelecehan seksual berupa pendampingan oleh seorang psikolog yang memberikan bimbingan konseling dan membantu anak dalam menghilangkan trauma yang dialaminya. Upaya dalam pencegahan dan penanggulangan yang telah dilakukan berupa diadakannya sosialisasi kesadaran hukum disetiap kampung dan diberikannya pemahaman oleh orang tua kepada anak mengenai batasan kedekatan dalam pergaulan anak. Sementara itu, hambatan dalam penanggulangan pelecehan seksual dalam kasus ini adalah korban tidak mendapat pengobatan hingga pulih. Disarankan untuk dilakukannya sosialisasi tentang pencegahan pelecehan seksual terhadap anak kepada orang tua dan bagi aparat penegak hukum dapat memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku agar dapat memberikan efek jera serta lebih cekatan dalam proses penangkapan pelaku. ii

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMBERIAN BANTUAN HUKUM TERHADAP KORBAN PELECEHAN SEKSUAL ANAK DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR’IYAH ACEH BARAT (MUHAMMAD IKHWAN ADABI, 2020)

JARIMAH PELECEHAN SEKSUAL (SUATU KAJIAN NORMATIF TERHADAP QANUN ACEH NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM JINAYAT) (RIFANDI DAMANIK, 2017)

PROSES PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL OLEH ANAK TERHADAP ANAK (SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN BENER MERIAH) (Haris Akbar, 2018)

PEMENUHAN HAK RESTITUSI TERHADAP ANAK KORBAN TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL (SUATU PENELITIAN DI PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (KHARISMA SAFRINA, 2021)

TINGKAT PELECEHAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN (Melly Ellysa, 2020)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy