ttabel = 1,71, oleh karena itu hipotesis yang telah dikemukan dapat diterima atau dibuktikan. " /> //

ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI BUDIDAYA IKAN KERAPU SISTEM KARAMBA JARING APUNG DENGAN TAMBAK DI KECAMATAN LANGSA BARAT KOTA LANGSA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Heriadi - Personal Name

Abstrak/Catatan

Heriadi "Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Budidaya Ikan Kerapu Sistem Karamba Jaring Apung Dengan Tambak di Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa" dengan pembimbing utama Bapak Ir. Edy Marsudi, M.Si dan pembimbing kedua Bapak Prof. Dr. Ir. Ahmad Humam Hamid, MA. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa berapa besar tingkat pendapatan petani budidaya ikan kerapu sistem karamba jaring apung dibandingkan budidaya sistem tambak di Kecamatan Langsa Barat. Objek penelitian ini adalah petani yang melakukan usaha budidaya ikan kerapu sistem karamba jaring apung dan sistem tambak di daerah penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik saturation sampling atau sampel jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua jumlah populasi digunakan sebagai sampel. Metode ini sering digunakan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Populasi dalam penelitian ini adalah petani ikan kerapu yaitu petani budidaya ikan kerapu sistem karamba jaring apung dan sistem tambak di daerah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat dilihat bahwa pendapatan petani budidaya ikan kerapu sistem karamba jaring apung lebih tinggi dibandingkan petani ikan kerapu sistem tambak. Besarnya pendapatan petani ikan kerapu sistem karamba jaring apung adalah sebesar Rp 14.257.271,- per 1000 ekor benih, dengan nilai R/C rasio sebesar 2,06, artinya setiap Rp. 1.000,- biaya yang dikeluarkan dalam usahatani budidaya ikan kerapu akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 2.060,• Sedangkan besarnya pendapatan petani ikan kerapu sistem tambak adalah sebesar Rp 9.205.411,- per 1000 ekor benih, dengan nilai R/C rasio sebesar 1,71, artinya setiap Rp. 1.000,- biaya yang dikeluarkan dalam usahatani budidaya ikan kerapu akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. l.710,-. Hal ini diperkuat oleh hasil analisis uji "t" sampel tidak berhubungan secara signifikan tcari =1,89> ttabel = 1,71, oleh karena itu hipotesis yang telah dikemukan dapat diterima atau dibuktikan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA IKAN KERAPU (EPINEPHELUS FUSCOGUTTATUS) KERAMBA JARING APUNG DI DESA DEAH BARO KECAMATAN MEURAXA BANDA ACEH (STUD KASUS) (NASRUL, 2015)

ANALISIS PENDAPATAN USAHA BUDIDAYA IKAN DENGAN SISTEM KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI DESA ULEE PAYA KECAMA AN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR (Irsha Zhaytami, 2020)

ALTERNATIF PEMILIHAN JENIS KERAPU PADA BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE (RIANA WATI, 2021)

ANALISIS USAHA BUDIDAYA IKAN KERAPU MACAN (EPINEPHELUS FUSCOGUTATUS) DALAM KERAMBA JARING APUNG DI KOPERASI BINA DEAH MEURAXA KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH (Muslim, 2021)

DISTRIBUSI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN NILA(OREOCHROMIS NILOTICUS) YANG DIBUDIDAYAKAN DIKARAMBA JALA APUNG DANAU MANINJAU PROVINSI SUMATERA BARAT (WINDA AYULIZA PUTRI, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy