//

KLASIFIKASI DAMPAK JENIS PELARUT DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK DAUN RANDA KENCANA (TAGETES ERECTA L.)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang SYARIF HIDAYAT SYAH - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan zaman, tanaman alami sering mendapat perhatian dari kalangan peneliti sebagai sumber zat aktif biologis termasuk antioksidan. Salah satu jenis tanaman tersebut ialah Bunga Randa Kencana (Tagetes erecta L). Tanaman ini dikenal secara luas karena komponen-komponen fitokimia yang merupakan senyawa bioaktif yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Komponen yang ditemukan paling banyak di tanaman ini adalah flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu senyawa polifenol yang memiliki sifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan lama ekstraksi terhadap rendemen, senyawa flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak daun bunga randa kencana. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor dalam penelitian ini yaitu jenis pelarut yang digunakan (P) dan lama ekstraksi (T). Faktor jenis pelarut yang terdiri dari dua (2) taraf yaitu P1 = etanol 96% dan P2 = metanol 95%. Faktor lama ekstraksi terdiri dari tiga (3) taraf yaitu T1 = 24 jam, T2 = 48 jam, dan T3 = 72 jam. Analisis yang dilakukan meliputi analisis kadar air serbuk daun randa kencana, rendemen, senyawa flavonoid secara kualitatif, dan aktivitas antioksidan metode DPPH. Hasil yang diperoleh ialah kadar air serbuk daun randa kencana adalah sebesar 0,98% telah sesuai dengan standar bahan obat alam karena telah memiliki kadar air kurang dari 10%. Jenis pelarut (P) berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap rendemen ekstrak daun randa kencana dan pelarut metanol memberikan rendemen yang lebih tinggi dari pelarut etanol. Selain itu, lama ekstraksi (T) berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap rendemen ekstrak daun randa kencana. Pada lama ekstraksi 72 jam (T3) diperoleh rendemen sebesar 22,08%. Ekstrak daun randa kencana mengandung senyawa flavonoid yang diuji secara kualitatif, ditandai dengan kemunculan warna kuning kehijauan dan agak jingga pada warna akhir ekstrak. Jenis pelarut (P), lama ekstraksi (T), dan interaksi antar keduanya berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun randakencana. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada perlakuan P2T3 (menggunakan pelarut metanol 95% dengan lama ekstraksi 72 jam) yaitu sebesar 40,78%.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA FLAVONOID PADA DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA L.) (NADHRAH, 2015)

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KENIKIR (TAGETES ERECTA L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES AEGYPTI INSTAR III (ARRA M PUTRA, 2017)

SKRINING FITOKIMIA DAN PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN DAN BATANG PORANG (AMORPHOPHALLUS MUELLERI BLUME) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS (HUMAIRA, 2021)

IDENTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN TUNJUK LANGIT (HELMINTHOSTACHYS ZEYLANICA) DENGAN METODE 1,1'-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL (Aidil Rahmazani, 2017)

PENGARUH SUHU EKSTRAKSI DAN RASIO ANTARA BAHAN DAN PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOTAL FENOL PADA SERBUK BUAH TANJUNG (MIMUSOPS ELENGI L) (M. Ghazi Al Ghifari, 2021)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy