KLASIFIKASI DAMPAK JENIS PELARUT DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK DAUN RANDA KENCANA (TAGETES ERECTA L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

KLASIFIKASI DAMPAK JENIS PELARUT DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK DAUN RANDA KENCANA (TAGETES ERECTA L.)


Pengarang

SYARIF HIDAYAT SYAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305105010069

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Seiring dengan perkembangan zaman, tanaman alami sering mendapat perhatian dari kalangan peneliti sebagai sumber zat aktif biologis termasuk antioksidan. Salah satu jenis tanaman tersebut ialah Bunga Randa Kencana (Tagetes erecta L). Tanaman ini dikenal secara luas karena komponen-komponen fitokimia yang merupakan senyawa bioaktif yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Komponen yang ditemukan paling banyak di tanaman ini adalah flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu senyawa polifenol yang memiliki sifat antioksidan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan lama ekstraksi terhadap rendemen, senyawa flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak daun bunga randa kencana. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor dalam penelitian ini yaitu jenis pelarut yang digunakan (P) dan lama ekstraksi (T). Faktor jenis pelarut yang terdiri dari dua (2) taraf yaitu P1 = etanol 96% dan P2 = metanol 95%. Faktor lama ekstraksi terdiri dari tiga (3) taraf yaitu T1 = 24 jam, T2 = 48 jam, dan T3 = 72 jam. Analisis yang dilakukan meliputi analisis kadar air serbuk daun randa kencana, rendemen, senyawa flavonoid secara kualitatif, dan aktivitas antioksidan metode DPPH.
Hasil yang diperoleh ialah kadar air serbuk daun randa kencana adalah sebesar 0,98% telah sesuai dengan standar bahan obat alam karena telah memiliki kadar air kurang dari 10%. Jenis pelarut (P) berpengaruh sangat nyata (P?0,01) terhadap rendemen ekstrak daun randa kencana dan pelarut metanol memberikan rendemen yang lebih tinggi dari pelarut etanol. Selain itu, lama ekstraksi (T) berpengaruh nyata (P?0,05) terhadap rendemen ekstrak daun randa kencana. Pada lama ekstraksi 72 jam (T3) diperoleh rendemen sebesar 22,08%. Ekstrak daun randa kencana mengandung senyawa flavonoid yang diuji secara kualitatif, ditandai dengan kemunculan warna kuning kehijauan dan agak jingga pada warna akhir ekstrak. Jenis pelarut (P), lama ekstraksi (T), dan interaksi antar keduanya berpengaruh sangat nyata (P?0,01) terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun randakencana. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada perlakuan P2T3 (menggunakan pelarut metanol 95% dengan lama ekstraksi 72 jam) yaitu sebesar 40,78%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK