//

HUBUNGAN KADAR LEUKOSIT, ONSET KETUBAN PECAH DINI DAN HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN TERHADAP DERAJAT ASFIKSIA NEONATORUM PADA IBU DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUDZA BANDA ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Aditya Pratama - Personal Name

Abstrak/Catatan

Pendahuluan: Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu permasalahan utama dalam bidang obstetri dan ginekologi. Asfiksia merupakan salah satu dampak dari kejadian KPD yang berkontibusi terhadap peningkatan mortalitas dan morbiditas neonatus. Pada KPD, terjadi reaksi inflamasi lokal dan sistemik yang menginduksi berbagai sitokin inflamasi yang meningkatkan kadar leukosit dan high sensitive C – Reactive Protein (Hs-CRP) ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kadar leukosit dan Hs-CRP ibu KPD terhadap derajat asfiksia neonatorum. Metode: Penelitian termasuk dalam studi observasional dengan desain kohort prospektif yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Ibu hamil aterm (37 – 42 minggu) yang mengalami KPD dilibatkan dalam penelitian ini. Pemeriksaan kadar leukosit dan Hs-CRP serum ibu dilakukan saat masuk rumah sakit. Ibu di observasi hingga bersalin dan penilaian derajat asfiksia neonatorum yang lahir dilakukan dengan APGAR skor pada menit pertama. Analisis independent t -test, Mann Whitney U test dan regresi logistik dilakukan pada penelitian ini dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Sebanyak 51 ibu KPD terlibat dalam penelitian ini dengan distribusi 36 orang melahirkan bayi tanpa asfiksia (kelompok A) dan 15 orang melahirkan neonatus asfiksia ringan – sedang (kelompok B). Kelompok A menunjukkan kadar leukosit (12.240 2.008,74) Onset KPD (20,07 11,47) dan Hs-CRP [10,05 (1,09 – 22,02)] yang lebih tinggi dibandingkan kelompok B. Hs-CRP berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum pada ibu KPD (p < 0,001) dengan titik potong sebesar 5,54 mg/L (sensitivitas 86,7%; spesifisitas 88,9%). Resiko relatif (RR) terjadinya asfiksia neonatorum akan meningkat seiring dengan peningkatan kadar Hs-CRP serum ibu. Kesimpulan: Pemeriksaan kadar Hs-CRP bermanfaat sebagai prediktor asfiksia neonatorum pada ibu dengan KPD. Kata Kunci: Ketuban pecah dini, asfiksia neonatorum, leukosit, high-sensitive C reactive protein

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERBANDINGAN KADAR LEUKOSIT PADA KETUBAN PECAH DINI KEHAMILAN ATERM DAN PRETERM (Fathia Yashinta, 2019)

HUUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (MUHAMMAD RAMADANI, 2019)

HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN PERSALINAN PREMATUR DI RUMAH SAKIT UMUM DR.ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Irma Yanti, 2015)

POLA DAN SENSITIVITAS BAKTERI TERHADAP ANTIBIOTIK DARI USAP VAGINA PADA KASUS KETUBAN PECAH DINI DI RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2019 (dr. Fahriatni, 2020)

HUBUNGAN PARITAS DAN USIA IBU DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Faradila Afrianti, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy