REKLAMASI TANAH BEKAS TAMBANG BATUBARA DENGAN PEMBENAH TANAH BIOCHAR CANGKANG KOPI DAN CANGKANG SAWIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN HARA TANAMAN JAGUNG MANIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

REKLAMASI TANAH BEKAS TAMBANG BATUBARA DENGAN PEMBENAH TANAH BIOCHAR CANGKANG KOPI DAN CANGKANG SAWIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN HARA TANAMAN JAGUNG MANIS


Pengarang

Riski Rezeki - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505108010035

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Biochar adalah bahan organik yang kaya akan kandungan karbon yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah untuk mereklamasi tanah bekas tambang batubara. Biochar dihasilkan dari proses pembakaran bahan organik dalam kondisi oksigen yang terbatas sehingga membentuk pori-pori dan memiliki luas permukaan yang tinggi. Keberadaan pori-pori dan permukaan yang luas pada biochar dapat mengikat air dan memiliki kemampuan dalam mempertahankan nutrisi tanaman. Tanaman jagung manis merupakan tanaman yang responsif terhadap perubahan kondisi lingkungan terutama tanah. Sehingga penelitian ini menggunakan tanaman jagung manis sebagai tanaman indikator. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian jenis dan dosis biochar terhadap pertumbuhan dan serapan hara tanaman jagung manis.
Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok non Faktorial (RAKNF) terdiri dari A0 (Kontrol), A1 (Biochar Cangkang Kopi 10 ton ha-1), A2 (Biochar Cangkang Kopi 20 ton ha-1), A3 (Biochar Cangkang Sawit 10 ton ha-1), dan A4 (Biochar Cangkang Sawit 20 ton ha-1). Jumlah perlakuan terdiri dari 5 pot percobaan dan diulang sebanyak 3 kali, sehingga menjadi 15 pot percobaan. Penanaman dilakukan selama 45 hari setelah tanam (HST) dan menggunakan varietas jagung Bonanza F1. Parameter Tinggi Tanaman diukur pada 15, 30 dan 45 HST dan pada 45 HST diambil sampel tanaman untuk analisis serapan hara, sedangkan berat berangkasan basah ditimbang setelah dilakukan pemanenan.
Hasil penelitian diperoleh dari hasil pengamatan pertumbuhan tinggi tanaman 15, 30 dan 45 HST, berat berangkasan basah dan kering tanaman, dan jumlah serapan hara tanaman yang menunjukkan adanya pengaruh nyata akibat pemberian biochar. Perlakuan biochar cangkang sawit 10 ton ha-1 memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan serapan hara tanaman jagung manis. Adapun konsentrasi hara N pada jaringan tanaman setelah pemberian biochar masih mengalami defisiensi, berbeda dengan konsentrasi P dan K tergolong dalam konsentrasi cukup pada jaringan tanaman.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK