//

PERSEPSI REMAJA TERHADAP PENGGUNAAN RAPID TEST DAN PCR SEBAGAI ALAT PENDETEKSI COVID-19: STUDI FENOMENOLOGI DI SMA NEGERI 4 MEDAN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang ANASTASYA NABILA - Personal Name

Abstrak/Catatan

COVID-19 atau Coronavirus Disease 2019 adalah suatu penyakit yang menyerang saluran pernapasan manusia dan disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Dalam penegakan diagnosis COVID-19, terdapat beberapa pemeriksaan yang dianjurkan di Indonesia, yaitu rapid test dan PCR. Rapid test merupakan alat diagnostik yang digunakan sebagai skrining awal suatu penyakit. PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan tes molekular yang mendeteksi DNA virus yang digunakan untuk mengkonfirmasi kasus COVID-19. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengeksplorasi persepsi siswa remaja di SMA Negeri 4 Medan tentang penggunaan rapid test dan PCR sebagai alat pendeteksi COVID-19. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling dan mengumpulkan data dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 10 anak. Data yang didapat dianalisis dan dikelompokkan ke dalam tema-tema sejenis yang nantinya ditentukan menjadi tema akhir yang dituangkan menjadi suatu narasi kualitatif. Dari hasil penelitian ini didapatkan tiga tema yaitu persepsi terhadap penggunaan rapid test sebagai alat pendeteksi COVID-19, persepsi terhadap penggunaan PCR sebagai alat pendeteksi COVID-19 dan persepsi mengenai COVID-19. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi remaja terhadap rapid test merupakan pemeriksaan yang murah, sederhana, cepat, kurang akurat, mahal, sakit sampai dengan rapid test merupakan sebuah bisnis; persepsi remaja terhadap PCR merupakan pemeriksaan yang lama, rumit, akurat, mahal, sakit sampai dengan PCR merupakan sebuah bisnis; dan persepsi remaja terhadap COVID-19 ada dan tidak ada, merupakan penyakit yang biasa, penyakit yang berbahaya, berasal dari laboratorium di China, berasal dari hewan bervirus, sampai COVID-19 merupakan sebuah bisnis.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

RANGKAIAN PENGAMAN LISTRIK DARI KEBOCORAN DINI GAS LPG (habibi, 2014)

RANCANGAN PENDETEKSI UANG PALSU DENGAN MENGGUNAKAN LED ULTRAVIOLET (Munawwarah, 2016)

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN COVID-19 TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG VAKSINASI ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPULO (DINA FAKHRINA, 2021)

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN COVID-19 DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS BAITUSSALAM, ACEH BESAR (NADHIRA SALSABILA, 2021)

PERBEDAAN PERSEPSI SEHAT ANTARA REMAJA PUTRA DANRNREMAJA PUTRI DI DESA MEUNASAH PAPEUN LAMREUNG ACEHRNBESAR TAHUN 2014 (Maizar Isninna, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy