//

EVALUASI KELAYAKAN USAHA INDUSTRI TERASI PADA UD. AWAI NA DI DESA SIMPANG LHEE KECAMATAN LANGSA BARAT KOTA LANGSA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang RISA MELIA SARI - Personal Name

Abstrak/Catatan

Risa Melia Sari " Evaluasi Kelayakan lndustri Terasi Pada UD. Awai Na Di Desa Simpang Lhee Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa" dengan bimbingan utama ibu Agustina Arida, SP, M.Si dan Bapak T. Saiful Bahri, SP, M.P sebagai Bimbingan kedua. Permasalahan dalam penelitian ini apakah usaha industri terasi pada UD.Awai Na Di Desa Simpang Lbee Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa layak untuk diusabakan bila ditinjau dari aspek finansialnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengevaluasi kelayakan usaha industri terasi pada UD.Awai Na bila di tinjau dari aspek finansial serta analisis sensitifitasnya Metode penelitian yang dilakukan adalah studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada usaha industri terasi UD.Awai Na yang merupakan salah satu industri yang terdaftar di pemerintah kota Langsa. Penelitian ini menggunakan Analisis Kelayakan Investasi yang di tinjau dari aspek finansialnya. Pengumpulan data diperoleh melalui pengamatan langsung pada usaha industri terasi UD.Awai Na dan disertai dengan wawancara langsung kepada pemilik usaha. Jenis data yang diambil berupa data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan; 1) NPV, 2) Net B/C, 3), 4) dan 5) Analisis Sensitivitas yang bertujuan untuk melihat apa yang akan terjadi terhadap hasil analisis usaha jika ada suatu perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya atau manfaat. Hasil dari penelitian ini pada aspek finansial dapat dilihat nilai NPV sebesar Rp 18.382.931,02, Net B/C sebesar 1,183, IRR sebesar 25,50 persen pertahun, dan Break Even Point yaitu selama 3 tahun, 3 bulan, 15 hari. Arti data tersebut menunjukkan bahwa perusahaan secara finansial layak untuk dijalankan. Hasil analisis sensitivitas pada asumsi I menunjukkan bahwa usaha industri terasi pada UD.Awai Na tidak feasible untuk di jalankan ketika biaya operasional naik 10 persen dan manfaat tetap dengan nilai NPV=Rp (30.504.458,43) dan Net B/C =0,728. Pada asumsi ke II diperoleh nilai NPV=Rp (71.320.170,08) dan Net B/C=0,442 yang artinya usaha industri terasi UD.Awai Na sangat tidak feasible untuk di jalankan apabila nilai manfaat turun 10 persen dan biaya operasional tetap karena tidak memberikan suatu keuntungan. Saran yang dapat penulis berikan adalah dengan menimbang peluang keuntungan yang ada pada industri UD.Awai Na, diharapkan industri terasi UD.Awai Na untuk lebih berusaba lagi dalam memasarkan produknya serta memperluas pemasarannya. Pemerintah sebaiknya memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan investor mengenai usaha industri terasi agar semakin banyak masyarakat dan investor yang mengetahui babwa usaha bidang industri terasi juga mendatangkan keuntungan sehingga masyarakat tertarik untuk mengusahakannya dan investor menanamkan modalnya pada usaha industri terasi yang telah berdiri.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERASI YANG DIPRODUKSI DI KOTA LANGSA TERHADAP JUMLAH BAKTERI COLIFORM (DI BAWAH BIMBINGAN DARMAWI DAN ZAKIAH HERYAWATI MANAF) (Machfud, 2014)

PENGARUH PREFERENSI INTERNAL TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI TERASI PRODUKSI LANGSA DI PUSAT PASAR KOTA LANGSA (Muhammad Endra Sukma Sadly, 2021)

KAJIAN PEMENUHAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) JALAN DI KOTA LANGSA DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (PURNAWATI, 2016)

ANALISIS BIAVA DAN MANFAAT AGROINDUSTRI KERIPIK UBI MANDIRI DI KOTA LANGSA (YULIA SARI, 2020)

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KAWASAN KUALA LANGSA, KECAMATAN LANGSA BARAT KOTA LANGSA. (Laksmi Puja Sukma, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy