//

PENGARUH SUHU EKSTRAKSI DAN RASIO ANTARA BAHAN DAN PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOTAL FENOL PADA SERBUK BUAH TANJUNG (MIMUSOPS ELENGI L)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang M. Ghazi Al Ghifari - Personal Name

Abstrak/Catatan

Tanaman tanjung merupakan sejenis pohon yang berasal dari India, Sri Lanka dan Burma. Tanaman tanjung dikenal dengan nama-nama seperti tanjong (Bugis, Makassar.), tanju (Bima), wilaja (Bali), keupula cangè (Aceh). Tanaman tanjung memiliki beragam manfaat di dalam dunia kesehatan. Salah satu bagian tanaman tanjung yang memiliki berbagai manfaat yaitu buah tanjung. Buah tanjung mengandung senyawa flavonoid yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Penggunaan variasi suhu ekstraksi dan rasio bahan dan pelarut pada penelitian ini diharapkan dapat mengoptimalkan kandungan senyawa fenolik yang didapat dari ekstrak buah tanjung. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan rasio antara bahan dan pelarut dalam proses ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan dan senyawa fenolik pada ekstrak buah tanjung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Faktor S adalah suhu ekstraksi, terdiri dari tiga taraf yaitu S1= 450 C, S2= 600 C, dan S3= 750 C. Faktor R adalah rasio antara bahan dan pelarut dengan tiga taraf yaitu R1= 1;4, R2= 1:6, dan R3= 1:8. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Analisis kimia yang dilakukan adalah analisis kadar air dan analisis kadar abu pada serbuk buah tanjung sedangkan pada filtrat hasil ekstraksi meliputi analisis rendemen, analisis total fenol, analisis aktivitas antioksidan. Perlakuan suhu ekstraksi (S) berpengaruh terhadap rendemen, analisi total fenol, analisis aktivitas antioksidan. Perlakuan rasio antara bahan dan pelarut (R) berpengaruh terhadap rendemen, analisis total fenol, dan analisis aktivitas antioksidan. Interaksi keduanya (SR) berpengaruh terhadap rendemen, analisis total fenol, dan analisis aktivitas antioksidan. Berdasarkan uji kimia, sampel dengan perlakuan suhu ekstraksi 750 C dengan rasio (1:8) memiliki nilai rendemen, aktivitas antioksidan dan total fenol yang lebih tinggi dibanding dengan perlakuan lainnya.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN FENOL BEBERAPA JENIS BAYAM DAN SAYURAN LAIN (SAUFA YURA, 2016)

EKSTRAKSI SARI BUAH JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) DENGAN METODE MASERASI (Dinda Sari Azmi, 2019)

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN OLEORESIN DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII) YANG DIEKSTRAK DENGAN VARIASI SUHU, WAKTU DAN JENIS PELARUT (MADINA ULFA, 2018)

EKSTRAKSI ANTOSIANIN BUAH JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) METODE ULTRASONIK (Muhammad Mesa Tamamy, 2017)

AKTIVITAS PARFUM KOMBINASI MINYAK ATSIRI SEBAGAI ANTIBAKTERIAL (AZALIA IZDHIHAR A, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy