//

WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JASA LAUNDRY (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang ROSALIA NOVIZA - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Rosalia Noviza 2020 WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JASA LAUNDRY (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (v, 55), pp., tabl., bibl., app. Yunita, S.H., LL. M. Perjanjian yang memenuhi syarat sahnya perjanjian sesuai Pasal 1320 KUHPdt maka secara hukum telah mempunyai kekuatan mengikat. Apabila salah satu pihak tidak memenuhi prestasi maka menurut Pasal 1365 KUHPdt mewajibkan untuk menggantikan kerugian tersebut. Namun kenyataannya dalam perjanjian jasa laundry masih terjadi wanprestasi dang anti kerugian belum sesuai dengan kerugian yang dialami. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan kewajiban dan pemenuhan hak para pihak, wanprestasi yang dilakukan para pihak, serta upaya hukum yang dilakukan para pihak dalam menyelesaikan permasalahan wanprestasi dalam perjanjian jasa laundry. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris yang diawali dengan penelaahan terhadap Peraturan Perundang-Undangan (normatif) yang dilanjutkan dengan observasi yang mendalam serta wawancara untuk mendapatkan data empiris terkait penelitian yang dilakukan. Pelaksanaan perjanjian Laundry Rumahan menggunakan perjanjian baku di mana dalam pelaksanaan perjanjian ini masih terjadi wanprestasi. Adapun bentuknya seperti pelaku usaha tidak mengganti kerugian atas pakaian yang luntur sebagaimana yang telah ditentukan dalam brosur yang telah diterbitkan sebagai bentuk dari perjanjian baku yang telah ditetapkan. Selanjutnya pelaku usaha juga belum mengatur perjanjian secara detail mengenai layanan tambahan yang didapat oleh pelanggan. Sehingga atas perjanjian baku ini dapat disimpulkan kedua belah pihak tidak merasa puas atas jasa laundry yang ditawarkan oleh pelaku usaha. Wanprestasi yang dilakukan oleh pelaku usaha diantaranya tidak menyelesaikan laundry tepat waktu, terjadinya kerusakan seperti luntur, hilang, pencucian tidak bersih, tidak memberikan faktur/bon. Sedangkan wanprestasi yang dilakukan oleh konsumen seperti lupa membawa faktur/bon dan mengambil laundry di luar jam kerja. Upaya hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha adalah bermusyawarah dengan konsumen untuk mengganti kerugian atau mencuci ulang laundry. Upaya yang dilakukan konsumen adalah bermusyawarah. Namun belum ada permasalahan wanprestasi dalam perjanjian jasa laundry di Banda Aceh yang sampai ke pengadilan. Disarankan kepada pelaku usaha dan konsumen jasa laundry agar melaksanakan perjanjian jasa laundry dengan iktikad baik, mengatur poin-poin perjanjian secara detail dan mengajukan upaya penyelesaian melalui proses pengadilan apabila permasalahan tidak dapat diselesaikan melalui musyawarah antara para pihak.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGGUNAAN KLAUSULA EKSONERASI DALAM PERJANJIAN STANDAR JASA LAUNDRY (SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR) (Mutia Indah Wahyuni, 2018)

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA JASA LAUNDRY KILOAN MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (SUATU PENELITIAN PADA USAHA JASA LAUNDRY DI KOTA BANDA ACEH) (Doddy Arisona, 2016)

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI LAUNDRY MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL (Sarah Auna, 2016)

WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN JASA FOTOGRAFI PERNIKAHAN (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (Nadya Dwina Shavira, 2019)

WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN ANTARA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM DENGAN PELANGGAN (SUATU PENELITIAN TENTANG PENGELOLAAN AIR MINUM DI KOTA BANDA ACEH) (ALI FAJRUL IMAM FIRDAUS, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy